GIFA dan METEC Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Industri Logam Berkelas Global

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:27 WIB
GIFA-METEC Indonesia menjadi wadah pertukaran pengetahuan global-nasional sektor pengecoran logam & metalurgi.
Media Briefing GIFA-METEC 2026

MANADOPOST.ID – GIFA dan METEC Indonesia 2026 bakal mempertemukan perusahaan nasional dan global dengan teknologi terbaru untuk memperkuat industri pengecoran logam, metalurgi, hingga manufaktur di Indonesia. Pameran ini menjadi salah satu momentum bagi pelaku industri untuk mengadopsi teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan produksi.

Digelar pada 9–12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, GIFA dan METEC Indonesia 2026 menghadirkan beragam solusi mulai dari teknologi pengecoran, thermal processing, simulasi proses, rekayasa metalurgi, fabrikasi hingga digitalisasi manufaktur.

Di sektor foundry, GIFA Indonesia akan menghadirkan sejumlah pemain internasional seperti Cunova GmbH asal Jerman, EBNER Industrial Furnaces dari Tiongkok, serta KALFRISA, S.A.U. dari Spanyol. Perusahaan nasional PT Wilisindomas Indahmakmur dan PT Citec Engineering Indonesia turut berpartisipasi dengan membawa solusi untuk die-casting, rekayasa industri, serta Engineering, Procurement and Construction atau EPC.

Sementara METEC Indonesia akan menampilkan teknologi yang lebih spesifik pada aspek metalurgi dan proses produksi. Sejumlah peserta yang hadir antara lain MAGMA Engineering Asia Pacific Pte. Ltd. dari Singapura, Oteplace dari Taiwan, Servizi Lame di A. Marchesini dari Italia, PT Wintherm Bara Indonesia, serta Metallurgical Corporation of China Ltd. (MCC).

Kehadiran perusahaan tersebut membuka peluang bagi produsen aluminium primer, industri pengecoran dan fabrikasi, agen pemegang merek (APM), hingga penyedia teknologi untuk melihat langsung perkembangan solusi industri terbaru.

Messe Düsseldorf Asia bersama Pamerindo Indonesia menggelar GIFA dan METEC Indonesia sebagai special co-located exhibition dengan Mining Indonesia. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempertemukan produsen, industri hilir, penyedia teknologi, dan manufaktur dalam satu ekosistem bisnis.

Selain memperluas jejaring, pameran tersebut diharapkan mendorong pertukaran pengetahuan, transfer teknologi, serta terbentuknya kemitraan baru di sepanjang rantai nilai industri logam dan aluminium Indonesia.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
GIFA dan METEC Indonesia 2026 Teknologi Industri Logam