MANADOPOST.ID— Hingga Juni 2026 tercatat, sebanyak 568.965 pelajar di Sulut sudah memiliki tabungan pelajar melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Dengan total simpanan Rp218,08 miliar, dengan pertumbuhan jumlah rekening 10,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala OJK SulutGo Robert H.P. Sianipar menjelaskan, pertumbuhan rekening pelajar merupakan bagian dari perkembangan program KEJAR yang terus didorong OJK bersama industri perbankan.
Ia mengatakan, capaian ini berjalan seiring dengan kondisi inklusi dan literasi keuangan Sulut yang berada di atas rata-rata nasional. Dimana, berdasarkan survei OJK terbaru, indeks literasi keuangan nasional berada pada 65,43 persen dan inklusi keuangan 75,02 persen. Sedangkan Sulawesi Utara mencatat indeks literasi keuangan 69,98 persen dan inklusi keuangan mencapai 94,37 persen.
“Capaian ini menjadi modal berharga bagi pembangunan Sulawesi Utara ke depan. Namun, tantangan kita bersama adalah menutup gap antara inklusi dan literasi, di mana masih ada masyarakat yang menggunakan jasa keuangan namun belum memahami penuh manfaat serta risikonya,” Sebut Sianipar di Puncak Peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026, Kamis (20/8).
Namun, ia menekankan, memiliki rekening belum berarti seseorang telah memiliki pemahaman keuangan yang baik. Karena itu, program tabungan pelajar harus berjalan bersama dengan edukasi agar generasi muda memahami cara mengelola uang, mengenali manfaat dan risiko produk keuangan, serta mampu menggunakan layanan perbankan secara aman. "Oleh karena itu OJK bersama industri keuangan gencar melakukan literasi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulut Yulius Selvanus memberikan apresiasi terhadap antusiasme lebih dari 1.000 pelajar dan mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kebiasaan menabung merupakan bagian penting dalam membentuk kedisiplinan generasi muda.
“Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa,” tegas Yulius.
Gubernur menegaskan, pemerintah Provinsi bersama lembaga keuangan akan terus memberikan dukungan kepada generasi muda agar mampu mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Pembangunan generasi muda tidak hanya membutuhkan pendidikan, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan mengelola kehidupan secara mandiri
"Menabung bukan sekadar menyisihkan uang, melainkan bentuk latihan kedisiplinan dan pembentukan karakter bangsa. Tiga hal utama yang harus senantiasa kita jaga untuk masa depan anak-anak kita adalah Kasih Sayang, Perlindungan, dan Masa Depan. Gantungkan cita-citamu setinggi langit, jangan ragu dan jangan berkecil hati.
Pemerintah Provinsi Sulut bersama lembaga keuangan seperti Bank SulutGo akan selalu siap mendampingi mimpi-mimpi kalian menuju Indonesia Emas 2045,” tukasnya.
Di sisi lain, kesuksesan program ini tak terlepas dari dukungan perbankan.
Salah satunya BPD BankSulutGo. Direktur Umum Joubert Dondokambey memastikan, BSG terus mengembangkan produk simpanan yang sesuai bagi pelajar dan pemuda.
Dua di antaranya adalah Simpanan Pelajar (SimPel) dan Simpanan Mahasiswa dan Pemuda (SiMuda).
"Upaya ini diarahkan untuk membentuk generasi muda yang semakin memahami cara mengelola keuangan secara bijak. Karena budaya menabung bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga membangun kebiasaan finansial sejak dini," kuncinya. (ayu)
Editor : Ayurahmi Rais