Dari Seragam Kurir Jadi Produk Baru, J&T Express Tekan Limbah Sekaligus Berdayakan Perempuan

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:56 WIB
J&T Express Bekerja Sama dengan Perajin dari Liberty Society untuk Program J&T SIP
J&T Express Bekerja Sama dengan Perajin dari Liberty Society untuk Program J&T SIP

MANADOPOST.ID – Seragam kurir yang sudah tidak digunakan biasanya berakhir menjadi limbah. Namun, J&T Express melihat material tersebut masih memiliki nilai guna dan mengolahnya kembali menjadi berbagai produk baru melalui J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP).

J&T Express mengolah seragam kurir bekas menjadi berbagai produk baru melalui program Sustainability Impact Program.
J&T Express mengolah seragam kurir bekas menjadi berbagai produk baru melalui program Sustainability Impact Program.

Inisiatif ini mengubah seragam operasional bekas menjadi sejumlah produk, mulai dari pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover. Dalam prosesnya, J&T Express menggandeng Liberty Society, social enterprise bersertifikasi B Corp.

Brand Manager J&T Express Herline Septia mengatakan, seragam memiliki keterikatan erat dengan aktivitas operasional perusahaan sehingga ketika masa pakainya berakhir, material tersebut masih dapat dimanfaatkan.

“Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Herline.

Proses upcycling seragam bekas J&T Express menjadi pouch, reusable bag, bag charm, dan notebook cover.
Proses upcycling seragam bekas J&T Express menjadi pouch, reusable bag, bag charm, dan notebook cover.

Melalui proses upcycling tersebut, sebanyak 146 kilogram limbah tekstil berhasil diolah menjadi merchandise kit. Inisiatif ini juga diperkirakan mampu menghindari 1,25 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO₂e), atau setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.

Tak hanya berdampak pada lingkungan, program tersebut juga membawa manfaat sosial. Liberty Society melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses produksi berbagai produk hasil upcycling.

Kolaborasi tersebut menghasilkan sekitar 1.488 jam kerja produktif sekaligus membuka kesempatan ekonomi dan membantu meningkatkan keterampilan para perempuan perajin yang terlibat.

“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas,” kata Herline.

Menurut dia, J&T Express ingin memastikan aktivitas keberlanjutan yang dilakukan perusahaan tidak sekadar menghasilkan produk baru, tetapi juga menciptakan nilai yang dapat dirasakan masyarakat.

Melalui J&T SIP, J&T Express terus mengeksplorasi penerapan prinsip keberlanjutan dalam aktivitas perusahaan. Pengolahan kembali seragam kurir menjadi salah satu langkah untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus mendukung pemberdayaan komunitas.

Dari material yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah, J&T Express berupaya menghadirkan fungsi baru sekaligus memperpanjang nilai guna produk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjalankan bisnis dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.(AME)

 

Editor : Amelia Beatrix
J&T Express Liberty Society Sustainability Impact Program