Dahlan Iskan : Bitung Harus jadi Gerbang Ekspor Indonesia Timur

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 21:32 WIB

 

Dari kiri ke kanan: David E. Sumual, Chief Economist BCA Group,  Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara,  Dahlan Iskan Menteri BUMN Periode 2011-2014 dalam acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado.
Dari kiri ke kanan: David E. Sumual, Chief Economist BCA Group, Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Dahlan Iskan Menteri BUMN Periode 2011-2014 dalam acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado.

 

MANADOPOST.ID – Ekspor dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong kemajuan ekonomi Sulawesi Utara (Sulut). Peluang tersebut semakin besar jika Bitung mampu berkembang sebagai pintu gerbang ekspor langsung dari kawasan Indonesia Timur ke pasar internasional.

Hal itu disampaikan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011–2014 sekaligus pengusaha, Dahlan Iskan, dalam acara Bincang Ekonomi: Outlook Ekonomi dan Prospek Dunia Usaha Sulawesi Utara, Rabu (16/9/2026), di Four Points by Sheraton Manado.

Menurut Dahlan, perputaran ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah melalui APBD maupun APBN. Daerah juga membutuhkan sumber pemasukan dari luar negeri, terutama melalui ekspor dan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Di negara atau di daerah itu cuma dua, yaitu ekspor dan turis. Maksudnya duit dari negara lain yang masuk ke sini,” ujar Dahlan.

Ia mengatakan, eksportir memiliki peran penting karena menjadi salah satu penggerak masuknya devisa dari luar negeri. Semakin banyak produk daerah yang mampu menembus pasar internasional, semakin besar pula potensi uang dari luar negeri masuk dan berputar di daerah.
“Nah, mereka yang menarik devisa atau duit dari negara luar masuk ke Indonesia, lebih khusus lagi ke Sulawesi Utara,” katanya.

Namun, Dahlan menyoroti masih adanya persoalan dalam rantai ekspor komoditas Sulut. Sejumlah produk unggulan daerah, seperti ikan tuna, sirip tuna, pala dan kelapa, menurut dia, masih harus dikirim melalui daerah lain sebelum diteruskan ke negara tujuan.

Kondisi tersebut dinilai membuat Sulut belum sepenuhnya memperoleh manfaat ekonomi dari posisi strategisnya sebagai salah satu wilayah yang berhadapan langsung dengan kawasan Asia Pasifik.

Karena itu, Dahlan mendorong Bitung diperkuat sebagai pintu gerbang ekspor langsung dari Sulut. Dengan konektivitas perdagangan yang lebih baik, produk daerah dapat dikirim langsung ke pasar tujuan tanpa harus terlebih dahulu melalui pelabuhan di daerah lain. “Kalau Bitung itu bisa ekspor langsung jadi pintu gerbang,” tegasnya.

Peluang tersebut juga terbuka lebar dengan pasar China yang memiliki populasi sekitar 1,4 miliar jiwa. Dahlan menilai besarnya jumlah penduduk tersebut menjadi potensi pasar yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas ekspor berbagai komoditas dari Sulut maupun kawasan Indonesia Timur.

Tidak hanya produk Sulut, Bitung juga dinilai berpeluang menjadi simpul ekspor bagi komoditas dari sejumlah wilayah lain di Indonesia Timur, seperti Maluku, Ternate, Papua hingga Sorong.

Produk dari daerah-daerah tersebut dapat dikonsolidasikan melalui Bitung sebelum dikirim langsung ke negara tujuan.

Dengan demikian, fungsi Bitung tidak hanya sebagai pelabuhan bagi Sulut, tetapi juga dapat berkembang sebagai salah satu hub perdagangan dan ekspor kawasan Indonesia Timur.

Ia meyakini, semakin banyak produk yang dapat diekspor langsung melalui Bitung, semakin besar pula peluang devisa masuk ke Sulut. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga dapat memperkuat perputaran ekonomi dan menciptakan aktivitas usaha baru di daerah.

Diketahui,  Bincang Ekonomi tersebut juga menghadirkan pembicara lain yang memiliki kompetensi di bidang ekonomi dan dunia usaha, yakni David E. Sumual, Chief Economist BCA Group, serta Joko Supratikto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, yang memberikan opening remarks.

Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas outlook ekonomi sekaligus prospek dunia usaha Sulut, termasuk peluang penguatan perdagangan, investasi dan sektor-sektor ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi daerah.(ria/kezi)

Editor : Ayurahmi Rais
Gerbang Ekspor Indonesia Timur Bitung harus Gerbang Ekspor Indonesia Timur dahlan iskan