MANADOPOST.ID – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inklusif dan berkelanjutan kembali mendapat apresiasi. Melalui Program SeMerBak (Sertifikasi Merangkai Bunga untuk Aksesibilitas dan Kemandirian) berhasil meraih predikat Gold dalam Indonesian SDG’s Awards (ISDA) 2026.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya PLN dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui peningkatan keterampilan, perluasan akses terhadap peluang ekonomi, serta penguatan kemandirian. SeMerBak dikembangkan bersama para penyandang disabilitas, khususnya siswa dan alumni SLB/B GMIM Damai Tomohon, dengan menjadikan keterampilan merangkai bunga sebagai salah satu pintu menuju aktivitas produktif dan kemandirian ekonomi.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, mengatakan capaian Gold tersebut menjadi penyemangat bagi PLN untuk terus mengembangkan program TJSL yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu membangun kapasitas dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi penerima manfaat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus penguat komitmen kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang inklusif, terarah, dan berkelanjutan. Melalui SeMerBak, kami ingin memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memiliki kesempatan yang lebih luas untuk tumbuh secara mandiri dan produktif,” ujar Fermi.
Program SeMerBak merupakan program pemberdayaan nonfisik yang dikembangkan secara bertahap. Pada pelaksanaan sebelumnya, sebanyak 25 penyandang disabilitas telah memperoleh sertifikasi keterampilan merangkai bunga, yang kemudian menjadi fondasi untuk pengembangan program lanjutan menuju aktivitas usaha yang lebih produktif dan mandiri.
Pada tahap lanjutan tahun 2026, program diperkuat melalui pelatihan lanjutan merangkai bunga, pengembangan keterampilan fotografi berbasis greenhouse, pendampingan siswa dan alumni menuju kemandirian ekonomi, pendidikan praktik langsung atau on the job training, serta persiapan partisipasi pada berbagai kegiatan nasional maupun internasional, termasuk Tomohon International Flower Festival (TIFF).
Program ini menyasar siswa penyandang disabilitas tuna rungu, alumni SeMerBak, guru pendamping, keluarga penerima manfaat, hingga pelaku usaha florist dan greenhouse lokal. Secara keseluruhan, penerima manfaat langsung pada pengembangan program diproyeksikan mencapai sekitar 50 hingga 100 orang.
Dalam pelaksanaannya, PLN berkolaborasi dengan Komunitas Generasi Pesona Indonesia Sulawesi Utara (GenPI Sulut), SLB/B GMIM Damai Tomohon, pelaku usaha florist dan greenhouse lokal, serta berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut diarahkan agar ekosistem pemberdayaan tidak hanya terbentuk saat program berlangsung, tetapi dapat terus berkembang secara mandiri.
Fermi menambahkan, keberlanjutan program menjadi bagian penting agar manfaat SeMerBak dapat terus berkembang setelah rangkaian pelatihan selesai. Karena itu, program diarahkan pada pembentukan unit usaha produktif serta penguatan ekosistem pendukung yang dapat memberikan ruang bagi siswa dan alumni untuk terus berkarya.
“Penganugerahan ISDA ini bukan menjadi akhir dari perjalanan SeMerBak. Justru capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan program TJSL dilaksanakan secara terintegrasi, terarah, terukur, dan akuntabel, serta mampu menghadirkan inovasi sosial yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tambah Fermi.
Keberlanjutan SeMerBak diarahkan pada pembentukan unit usaha produktif merangkai bunga yang dikelola siswa dan alumni, pengembangan layanan fotografi, serta penyediaan greenhouse sebagai sarana produksi dan praktik yang dapat dikelola secara mandiri oleh sekolah dan komunitas. Program juga mendorong terbukanya akses pasar melalui jejaring pelaku usaha dan partisipasi pada kegiatan seperti TIFF.
Selain meningkatkan keterampilan, SeMerBak diharapkan mampu memperkuat inklusi sosial dengan membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial. Program ini juga selaras dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya TPB 4 Pendidikan Berkualitas, TPB 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta TPB 10 Berkurangnya Kesenjangan.
Melalui capaian Gold ISDA 2026, PLN UIP3B Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian. PLN berharap SeMerBak dapat terus berkembang menjadi ekosistem pemberdayaan yang membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk berkarya, produktif, serta berkontribusi di tengah masyarakat.
Editor : Ayurahmi Rais