MANADOPOST.ID – PT PLN (Persero) melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UIP3B Sulawesi terus memperkuat peran sosialnya dalam mendukung pendidikan keagamaan dan pembinaan generasi Qur’ani. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan untuk penyelesaian sarana dan prasarana ruang belajar santri di Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Yatim Dhuafa Al Alaq, yang berlokasi di Dusun Mangngai, Desa Damai, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian para muzakki PLN UIP3B Sulawesi dalam mendukung tersedianya fasilitas belajar yang lebih layak bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Melalui bantuan tersebut, proses finishing pembangunan gedung belajar pesantren dapat terus dilanjutkan, mulai dari pengecatan, instalasi listrik, perbaikan lantai, hingga penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran.
Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Yatim Dhuafa Al Alaq selama ini menjadi ruang pembinaan bagi para santri yatim dan dhuafa untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, serta membangun karakter Islami. Di tengah keterbatasan fasilitas, semangat para santri untuk menuntut ilmu dan menghafal kalam Ilahi tetap tumbuh dengan kuat.
Bantuan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar YBM PLN UIP3B Sulawesi dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih layak bagi para santri yatim dan dhuafa. Melalui dukungan para muzakki PLN, penyempurnaan sarana belajar ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih nyaman, aman, dan mendukung para santri dalam menuntut ilmu serta menghafal Al-Qur’an.
General Manager PLN UIP3B Sulawesi sekaligus Pembina YBM PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan keagamaan.
“Melalui YBM PLN, kami berupaya menyalurkan amanah zakat, infaq, dan sedekah pegawai PLN agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Bantuan untuk Pondok Pesantren Al Alaq ini diharapkan dapat mendukung tersedianya ruang belajar yang lebih layak bagi para santri yatim dan dhuafa dalam menuntut ilmu serta menghafal Al-Qur’an,” ujar Fermi.
Ia menambahkan, pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan memiliki pondasi spiritual yang kuat. Karena itu, dukungan terhadap sarana belajar pesantren menjadi bagian dari ikhtiar PLN bersama YBM PLN untuk memperluas manfaat sosial secara berkelanjutan.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya membantu penyelesaian fasilitas belajar, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan tumbuh menjadi generasi Rabbani yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” tambahnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Yatim Dhuafa Al Alaq, Ustadz Fatahillah Al Ayyubi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian YBM PLN UIP3B Sulawesi dan seluruh muzakki PLN. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan proses pendidikan para santri yang selama ini dibina tanpa dipungut biaya.
“Pondok pesantren ini kami hadirkan khusus untuk membina dan mendidik anak-anak yatim serta dhuafa tanpa memungut biaya. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada YBM PLN dan seluruh muzakki PLN UIP3B Sulawesi atas perhatian dan bantuannya. Semoga bantuan ini membawa keberkahan, bermanfaat luas bagi para santri, serta dicatat oleh Allah SWT sebagai amal jariyah yang pahalanya terus mengalir tanpa putus bagi para muzakki,” tutur Fatahillah.
Melalui bantuan penyempurnaan sarana belajar ini, YBM PLN UIP3B Sulawesi berharap para santri Pondok Pesantren Al Alaq dapat belajar dengan lebih nyaman dan semakin termotivasi dalam menghafal Al-Qur’an. Program ini juga menjadi bukti bahwa kepedulian insan PLN tidak hanya hadir melalui layanan kelistrikan, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Dengan semangat berbagi dan kepedulian, PLN bersama YBM PLN UIP3B Sulawesi berkomitmen untuk terus menyalurkan amanah para muzakki secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, termasuk dalam mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan siap menerangi masa depan bangsa.
Editor : Ayurahmi Rais