Perkuat Kemandirian Petani Jamur Tiram di Luwu, Program KERTAJATI Antar PLN UPT Palu Raih Gold ISDA

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:27 WIB

 

 

Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Tede Lestari melakukan panen jamur tiram hasil budidaya melalui Program KERTAJATI (Kelompok Ekonomi Rakyat Tangguh dengan Budidaya Jamur Tiram).
Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Tede Lestari melakukan panen jamur tiram hasil budidaya melalui Program KERTAJATI (Kelompok Ekonomi Rakyat Tangguh dengan Budidaya Jamur Tiram).

 

MANADOPOST.ID – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi dalam menghadirkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang memberikan dampak nyata kembali memperoleh apresiasi tingkat nasional.

Melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Palu, Program KERTAJATI (Kelompok Ekonomi Rakyat Tangguh dengan Budidaya Jamur Tiram) berhasil meraih predikat Gold pada Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2026 untuk Pilar Ekonomi yang mendukung SDGs 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

 

Tak hanya meraih Gold melalui Program KERTAJATI, PLN UPT Palu juga memperoleh penghargaan khusus “The Most Committed Corporate To SDGs On Social Pillar”. Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas konsistensi PLN dalam menjalankan program pemberdayaan yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat aspek sosial masyarakat secara berkelanjutan.

 

Program KERTAJATI dikembangkan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Tede Lestari di Desa Tede, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui budidaya jamur tiram, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan sarana produksi, hingga pengembangan produk olahan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, serta kemandirian kelompok.

 

General Manager PLN UIP3B Sulawesi, Fermi Trafianto, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi penguat komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan program TJSL yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi mampu menciptakan nilai ekonomi dan membangun kemandirian masyarakat.

“Penghargaan Gold ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui KERTAJATI, kami ingin masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga memiliki sarana, kapasitas, dan peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri sehingga manfaat ekonominya dapat terus tumbuh,” ujar Fermi.

 

Pada pengembangan tahap awal, Program KERTAJATI telah menghasilkan dua unit rumah jamur dengan kapasitas total sekitar 5.000 baglog yang dimanfaatkan oleh anggota KTH Tede Lestari untuk kegiatan budidaya jamur tiram. Program kemudian dikembangkan melalui KERTAJATI 2, yang berfokus pada ekspansi budidaya sekaligus hilirisasi produk olahan jamur.

Pengembangan tersebut menyasar 22 anggota KTH Tede Lestari, terdiri atas 19 laki-laki dan tiga perempuan. Intervensi program mencakup penyediaan dua unit rumah kumbung jamur baru, satu rumah produksi olahan jamur berstandar food grade, peralatan pendukung produksi baglog, serta pelatihan lanjutan bagi seluruh anggota kelompok.

 

Melalui penguatan tersebut, kapasitas produksi kelompok diarahkan mencapai sekitar 25 hingga 30 kilogram jamur per hari. Program juga mendorong hadirnya sedikitnya dua produk turunan jamur tiram, sekaligus membekali anggota KTH agar mampu mengelola proses budidaya, pembuatan baglog, hingga pengolahan hasil secara lebih mandiri.

 

Fermi menambahkan, pendekatan pemberdayaan menjadi bagian penting dalam memastikan manfaat program tetap berjalan setelah intervensi TJSL selesai. Karena itu, KERTAJATI dikembangkan tidak hanya melalui pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga dengan meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha dan mengembangkan produk.

“Keberlanjutan menjadi hal yang penting. Kami berharap kelompok penerima manfaat dapat terus mengembangkan kapasitas produksi, menciptakan produk dengan nilai tambah, memperluas peluang pasar, dan pada akhirnya membangun usaha kelompok yang semakin mandiri. Inilah dampak jangka panjang yang ingin kami dorong melalui program TJSL PLN,” tambah Fermi.

 

Program KERTAJATI juga memiliki keterkaitan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLN, khususnya ruang bebas atau right of way (ROW) jalur transmisi. Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, PLN mendorong terciptanya manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat hubungan harmonis dengan masyarakat.

 

Raihan Gold ISDA 2026 serta penghargaan The Most Committed Corporate To SDGs On Social Pillar semakin memperkuat komitmen PLN UIP3B Sulawesi untuk menjalankan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasional maupun sosial. Melalui Program KERTAJATI, PLN berharap pemberdayaan ekonomi berbasis budidaya dan hilirisasi jamur tiram dapat terus berkembang serta memberikan manfaat jangka panjang bagi KTH Tede Lestari dan masyarakat di sekitarnya.

Editor : Ayurahmi Rais
KERTAJATI Antar PLN UPT Palu Program KERTAJATI General Manager PLN UIP3B Sulawesi Fermi Trafianto PLN UIP3B Sulawesi