Ciptakan Akses Keuangan Setara, BSG dan OJK Jangkau Penyandang Disabilitas di Sulut

Ayurahmi Rais • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 18:43 WIB
 
BSG menggelar edukasi keuangan melalui program Gencarkan bagi Disabilitas di SLB Cahaya Kasih, SLB Anugerah, SLB Nasareth Tuminting, dan SLB Bartemeus, Kamis (8/10/2026) (BSG for MP)
BSG menggelar edukasi keuangan melalui program Gencarkan bagi Disabilitas di SLB Cahaya Kasih. Diikuti oleh peserta dari SLB Anugerah, SLB Nasareth Tuminting, dan SLB Bartemeus, Kamis (8/10/2026) (BSG for MP)

 

 

MANADOPOST.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo memperluas literasi dan akses keuangan bagi penyandang disabilitas di Sulawesi Utara melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) 2026.


Program tersebut menyasar siswa penyandang disabilitas dan tenaga pendidik di Kota Manado. Edukasi dilaksanakan di SLB Cahaya Kasih, yang terletak di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kamis (8/10/2026). Dan diikuti juga peserta dari SLB Cahaya Kasih, SLB Anugerah, SLB Nasareth Tuminting, dan SLB Bartemeus.


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan bagi kelompok disabilitas. Edukasi mencakup pengelolaan keuangan, kebiasaan menabung, serta pengenalan produk perbankan yang dapat dimanfaatkan sejak usia sekolah, termasuk Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar).

Edukasi keuangan bagi Disabilitas yang digelar oleh BSG dan OJK, Kamis (8/10/2026)
Edukasi keuangan bagi Disabilitas yang digelar oleh BSG dan OJK, Kamis (8/10/2026)

 

 

Direktur Operasional Bank SulutGo, Louisa Parengkuan, mengatakan inklusi keuangan tidak berhenti pada pemberian pemahaman mengenai produk dan layanan perbankan. Menurutnya, aksesibilitas fasilitas dan kesiapan petugas juga menjadi bagian penting agar layanan dapat digunakan secara setara.


“Setiap anak lahir dengan keistimewaan dan potensi luar biasa. Melalui GENCARKAN, kami ingin mengenalkan kebiasaan menabung yang aman dan menyenangkan lewat produk seperti Tabungan SimPel. BSG juga terus meningkatkan aksesibilitas sarana cabang serta kesiapan frontliner agar penyandang disabilitas merasa nyaman bertransaksi,” ujar Louisa.


Sebagai Campaign Manager GENCARKAN Provinsi Sulawesi Utara, BSG turut mendorong pelaksanaan edukasi keuangan sekaligus memperluas pengenalan terhadap layanan perbankan kepada kelompok masyarakat yang selama ini membutuhkan pendekatan layanan yang lebih inklusif.


Komitmen tersebut dilakukan melalui beberapa aspek, mulai dari edukasi keuangan, pengenalan produk perbankan untuk pelajar, peningkatan aksesibilitas fasilitas, hingga kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah penyandang disabilitas.


Louisa mengatakan pendekatan tersebut penting agar inklusi keuangan tidak hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat mengetahui produk keuangan, tetapi juga dari seberapa mudah masyarakat dapat mengakses dan menggunakan layanan tersebut.


“Layanan perbankan harus dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Karena itu, kesiapan fasilitas dan frontliner menjadi bagian yang terus kami perhatikan dalam memberikan layanan kepada penyandang disabilitas,” kata Louisa.


Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur OJK SulutGo, Budiman Siahaan, mengatakan edukasi keuangan bagi penyandang disabilitas merupakan bagian dari upaya membangun inklusi keuangan yang menjangkau seluruh kelompok masyarakat.


OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menyediakan layanan yang aman, terjangkau, dan dapat diakses oleh penyandang disabilitas.


“Edukasi bagi komunitas disabilitas merupakan bagian penting dalam mewujudkan inklusi keuangan yang berkeadilan. Lembaga jasa keuangan perlu memastikan akses layanan dapat dimanfaatkan oleh penyandang disabilitas sesuai kebutuhannya,” ujar Budiman.


Dalam kegiatan tersebut, siswa juga mendapatkan pengenalan mengenai manfaat menabung dan penggunaan layanan perbankan. BSG menyerahkan buku tabungan SimPel serta dukungan edukasi kepada peserta.


Staf Ahli Pemerintah Kota Manado, Frangky J. Porawouw, mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu diberikan secara merata, termasuk kepada anak-anak penyandang disabilitas.


“Pemahaman mengelola keuangan sejak dini adalah hak setiap warga negara tanpa kecuali. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama dalam membekali anak-anak disabilitas agar memiliki kemandirian finansial dan percaya diri menatap masa depan,” ujar Frangky.


Bagi BSG, perluasan literasi dan akses keuangan bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari peran bank pembangunan daerah dalam mendorong inklusi keuangan di Sulawesi Utara. Pendekatan tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan edukasi, tetapi juga melalui pengembangan layanan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dengan beragam kondisi.


BSG terus mengembangkan kesiapan layanan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, aksesibilitas fasilitas perbankan, serta pengenalan produk keuangan yang sesuai bagi masyarakat, termasuk kelompok pelajar dan penyandang disabilitas.


Melalui kolaborasi dengan OJK dalam GENCARKAN, BSG mendorong agar akses terhadap layanan keuangan tidak berhenti pada pengetahuan mengenai produk perbankan, tetapi dapat digunakan secara nyata oleh masyarakat secara aman, nyaman, dan setara.

Editor : Ayurahmi Rais
Edukasi keuangan massal di Bone Bolango GENCARKAN) 2026. PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) SLB Cahaya Kasih disabilitas