WhatsApp Gandeng Orang Tua, 179 Ribu Keluarga Disasar Kelas Pengasuhan Digital

Amelia Beatrix • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 09:09 WIB
Victoria Grand, VP Business Operations and External Affairs WhatsApp
Victoria Grand, VP Business Operations and External Affairs WhatsApp

MANADOPOST.ID -  Mengawasi anak di dunia digital tidak harus berarti membaca semua pesan pribadinya. Orang tua perlu tahu batas: kapan melindungi, kapan memberi kepercayaan. Itulah yang ingin dibangun WhatsApp melalui Kelas Pengasuhan Digital di tiga kota Indonesia.

Program hasil kolaborasi WhatsApp, ICT Watch, Keluarga Kita, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) ini berlangsung Oktober hingga Desember 2026. Jakarta, Padang, dan Cirebon menjadi lokasi pelaksanaannya.

Kelas perdana digelar di Jakarta pada 16 Oktober, melibatkan 100 orang tua. Program ini menargetkan pelatihan bagi penggerak komunitas untuk menjangkau 2.100 orang tua. Materi edukasinya ditargetkan menjangkau sekitar 179.000 orang hingga akhir tahun.

Ada hal menarik dari program ini. WhatsApp memperkenalkan fitur kontrol orang tua opsional untuk akun remaja. Orang tua dapat mengatur siapa yang boleh memasukkan anak ke grup, membatasi Saluran yang diikuti, mengelola visibilitas Status, hingga membatasi interaksi dengan Meta AI.

Namun, ada batas yang tetap dijaga. Pesan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end. Orang tua bisa mendampingi tanpa harus membaca isi percakapan anak.

VP Business Operations and External Affairs WhatsApp Victoria Grand mengatakan, orang tua ingin tetap dekat dengan anak remaja tanpa merampas privasi mereka.

Untuk membantu keluarga, mitra program menyiapkan modul, buku saku, video, serta permainan edukatif. Materinya mencakup interaksi digital, konten, kecanduan, dan kesehatan mental.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, perlindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan semua pihak. Orang tua, menurutnya, perlu menjadi teman berdiskusi, bukan sekadar pengawas.

Sebab, teknologi terus berubah. Anak-anak tumbuh di dalamnya. Orang tua pun perlu belajar, bukan hanya melarang. Keamanan digital akhirnya bukan semata urusan fitur, melainkan juga kepercayaan dan komunikasi dalam keluarga.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
ICT Watch komdigi whatsapp