MANADOPOST.ID - Sorak penonton memenuhi area atrium Manado Town Square 3 saat tim SABATA dari SMA Negeri 1 Manado memastikan kemenangan mereka di Grand Final Wardeka eSport antar pelajar. Dalam ajang Warbiasa Governor League 2025, tim ini berhasil mengalahkan LOSNITO dari SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, sekaligus mengukir sejarah sebagai juara nasional pertama dalam kompetisi berbasis game lokal Wardeka.
Pertandingan final berlangsung sengit. Kedua tim menampilkan strategi matang dan kerja sama solid. Namun, ketenangan SABATA di babak akhir menjadi kunci kemenangan. “Kami latihan hampir setiap hari sepulang sekolah. Rasanya luar biasa bisa membawa nama SMA N 1 Manado dan Sulawesi Utara jadi juara,” ujar kapten tim SABATA dengan wajah haru.
Kategori pelajar menjadi sorotan tersendiri dalam Warbiasa Governor League 2025. Selain memperebutkan trofi dan prestise, kompetisi ini menjadi ajang pembuktian bahwa pelajar Sulut tak kalah dalam hal kemampuan, kreativitas, dan semangat berkompetisi di ranah digital.
Gubernur Sulawesi Utara Mayjen (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., yang membuka langsung grand final, mengapresiasi semangat para pelajar. “Anak-anak muda kita luar biasa. Mereka bukan hanya bermain, tetapi berjuang dengan strategi dan karakter. Warbiasa membuktikan bahwa eSport juga bisa jadi ruang pembinaan dan pendidikan,” ujarnya.
CEO BigDade Game Development, Andria Wahyudi, menambahkan bahwa Wardeka bukan sekadar game, tetapi juga alat pembelajaran yang menanamkan nilai budaya dan nasionalisme. “Kami ingin pelajar tidak hanya menjadi gamer, tapi juga kreator masa depan yang mencintai kearifan lokal,” jelasnya.
Warbiasa Governor League 2025 sendiri diikuti oleh 507 peserta dari 11 kota di Indonesia, dan menjadi ajang nasional pertama yang memakai game buatan anak bangsa. Untuk kategori pelajar, tiga besar diraih oleh SABATA (SMA N 1 Manado) sebagai juara pertama, LOSNITO (SMA Lokon Tomohon) sebagai runner-up, dan WARSEVEN (SMA N 7 Manado) di posisi ketiga.
Kemenangan SABATA menandai lahirnya generasi baru atlet eSport Sulut. Generasi yang tak hanya bermain untuk menang, tapi juga membawa pesan: bahwa semangat kompetisi, budaya, dan pendidikan bisa menyatu di dunia digital. (*)
Editor : Richard Lawongan“Kami ingin terus berkembang. Semoga tahun depan lebih banyak sekolah ikut, biar eSport jadi bagian dari kebanggaan anak muda Sulut,” tutup tim SABATA.