Legenda League of Legends, Lee "Faker" Sang-hyeok, resmi ditunjuk sebagai Game Ambassador untuk Esports World Cup (EWC) dan Esports Nations Cup (ENC) hingga tahun 2028. Penunjukan ini diumumkan langsung oleh Esports Foundation sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi esports sebagai olahraga global sekaligus memperluas representasi atlet profesional di panggung internasional.
Dengan penunjukan tersebut, Faker bergabung dalam Esports Foundation Ambassador Program bersama dua ikon dunia lainnya, yakni Cristiano Ronaldo dan pecatur nomor satu dunia, Magnus Carlsen. Ketiganya mewakili tiga dunia kompetisi berbeda, yaitu olahraga tradisional, catur, dan esports, menjadikan Faker sebagai representasi tunggal dari industri game kompetitif dalam jajaran ambassador tersebut.
Faker Akan Mewakili Suara Komunitas Esports Global
Sebagai Game Ambassador, Faker tidak hanya berperan sebagai wajah Esports World Cup semata. Ia juga akan menjadi representasi para atlet esports dalam berbagai kegiatan Esports Foundation, mulai dari forum kepemimpinan, inisiatif untuk pemain profesional, aktivitas media, hingga berbagai agenda internasional lainnya yang digelar organisasi tersebut.
CEO Esports Foundation, Ralf Reichert, menyebut Faker sebagai sosok yang tak terpisahkan dari sejarah esports modern. "Tidak mungkin membicarakan esports tanpa menyebut Faker. Ia adalah atlet yang mendefinisikan esports kompetitif, seorang juara dengan dedikasi, disiplin, dan konsistensi yang menginspirasi satu generasi penuh," ujar Reichert.
Reichert menambahkan bahwa kehadiran Faker dalam program ambassador menjadi simbol bahwa esports telah melahirkan ikon olahraga kelas dunia yang mampu memberikan pengaruh jauh melampaui arena pertandingan, sejajar dengan atlet dari cabang olahraga konvensional lainnya.
Faker Tegaskan Fokus Utama Tetap Bersama T1
Meski mendapat peran baru sebagai Game Ambassador, Faker menegaskan bahwa fokus utamanya tetap berkompetisi bersama T1 dan memburu gelar juara di berbagai turnamen besar, termasuk menghadapi persaingan ketat di Esports World Cup 2026 mendatang. "Kompetisi telah membentuk hidup saya. Saya bangga bergabung dengan Esports Foundation sebagai Game Ambassador. Saya ingin terus bersaing memperebutkan gelar terbesar bersama T1, sekaligus mewakili para pemain dan penggemar yang telah membantu esports berkembang di seluruh dunia," kata Faker.
Ia berharap perannya dapat menginspirasi generasi baru untuk terus mengejar prestasi, membangun mental pantang menyerah, dan percaya bahwa esports mampu membuka peluang yang sangat besar bagi siapa pun yang menekuninya secara serius.
Deretan Prestasi yang Sulit Ditandingi
Selama lebih dari satu dekade, Faker menjadi wajah utama esports kompetitif, khususnya di cabang League of Legends. Deretan prestasinya menjadikan pemain asal Korea Selatan tersebut sebagai salah satu atlet esports paling sukses sepanjang sejarah, mencakup enam gelar League of Legends World Championship, juara Esports World Cup 2024, dua gelar Mid-Season Invitational, serta 10 kali menjadi juara liga domestik Korea bersama T1.
Kesuksesannya di EWC 2024 menjadi salah satu pencapaian penting dalam karier internasionalnya, dan kini pada Esports World Cup 2026, Faker kembali membela T1 dengan target merebut kembali trofi tersebut. Yang membuat Faker semakin istimewa bukan hanya jumlah trofi yang telah dikoleksinya, melainkan kemampuannya terus beradaptasi dengan perubahan meta permainan dan regenerasi pemain selama lebih dari sepuluh tahun berkarier di level tertinggi.
Raih Penghargaan Tertinggi Olahraga Korea Selatan
Pengaruh Faker tidak lagi terbatas pada dunia esports semata. Pada 2026, ia menjadi atlet esports pertama yang menerima Blue Dragon Medal, penghargaan olahraga tertinggi di Korea Selatan yang diberikan langsung oleh Presiden Lee Jae-myung kepada dirinya.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Faker dalam mengangkat nama Korea Selatan melalui esports, sekaligus memperluas pengaruh budaya digital negara tersebut di mata dunia internasional.
Penunjukan Dinilai Perkuat Hubungan dengan Komunitas Esports Korea
Banyak pihak menilai pengangkatan Faker sebagai Game Ambassador berkaitan dengan posisi strategis Esports Foundation dalam membangun hubungan dengan komunitas esports Korea Selatan. Beberapa bulan sebelumnya sempat muncul dinamika terkait proses pembentukan tim nasional Korea Selatan untuk Esports Nations Cup 2026, sehingga kehadiran Faker sebagai ambassador dinilai turut memperkuat jembatan komunikasi antara organisasi dan komunitas esports di negara tersebut.
Kini, dengan status sebagai Game Ambassador, Faker dipastikan tetap menjadi bagian penting dari berbagai kegiatan Esports Foundation, terlepas dari bagaimana komposisi tim nasional Korea Selatan di masa mendatang. Langkah ini sekaligus memastikan sosok paling berpengaruh dalam sejarah League of Legends tersebut tetap memiliki peran besar dalam membentuk arah perkembangan esports internasional ke depan.
Sosok yang Melampaui Dunia Game
Bagi jutaan penggemar, Faker bukan hanya pemain profesional, melainkan juga simbol nilai-nilai yang melekat pada kompetisi tingkat tinggi, seperti disiplin, kerendahan hati, ketangguhan mental, dan semangat untuk terus berkembang. Seiring pertumbuhan esports menjadi industri global yang memenuhi stadion dan menarik perhatian pemerintah maupun dunia bisnis, pengaruh Faker turut meluas hingga ke berbagai sektor di luar dunia gaming.
Penunjukannya sebagai Game Ambassador Esports World Cup menjadi pengakuan bahwa kontribusi Faker telah melampaui sekadar prestasi di dalam permainan. Dengan kombinasi prestasi, popularitas, dan pengalaman yang dimilikinya, Faker kini diharapkan ikut berperan membentuk masa depan esports dunia, sekaligus menjadi jembatan antara pemain profesional, komunitas, organisasi, dan pemangku kepentingan industri secara keseluruhan.