Riot Games memberikan sinyal kuat bahwa League of Legends Classic tidak akan menjadi mode permainan yang berumur pendek, melainkan berpotensi menjadi layanan permanen dalam ekosistem game tersebut. Mode baru yang dirancang untuk membangkitkan nostalgia era awal League of Legends ini akan resmi tersedia bersama Patch 26.15 pada 29 Juli 2026 mendatang.
Menjelang peluncuran resminya, David "Phreak" Turley, anggota tim balance League of Legends, membagikan sejumlah detail tambahan mengenai patch pertama mode tersebut lewat video yang dipublikasikan di kanal YouTube pribadinya. Video tersebut memberikan gambaran lebih dalam mengenai visi jangka panjang Riot Games terhadap League of Legends Classic.
Mode yang Dirancang untuk Bertahan Lama
Poin utama pertama dari video Phreak adalah bahwa League of Legends Classic tidak dimaksudkan sebagai mode permainan jangka pendek semata. Alih-alih hanya berfungsi sebagai event nostalgia sesaat, Riot berencana terus mendukung mode ini seiring waktu, termasuk menambahkan champion baru sambil tetap setia pada filosofi yang mendasari Classic.
Hal ini berarti mode tersebut tidak dirancang sebagai rekreasi persis dari musim tertentu sebelumnya. Tujuan Riot justru menghadirkan kembali nuansa mekanik lama, kit champion, dan build item tanpa membawa kembali banyak frustrasi maupun kekurangan desain yang pernah ada pada masa tersebut.
Phreak menekankan bahwa objektif utama bukan mereproduksi salinan persis dari League of Legends versi original, melainkan mempertahankan hal-hal yang membuat versi lama tersebut menyenangkan sambil tetap menghadirkan pengalaman gameplay terbaik yang mungkin. "We do not want to follow the footsteps of Modern League of Legends and move towards being more of an action game," ujar Phreak, menegaskan bahwa Riot ingin melestarikan game ini sebagai layanan live service jangka panjang.
Data Statistik Sengaja Dirahasiakan dari Publik
Berbeda dengan League of Legends versi modern, di mana pemain dapat dengan mudah mengidentifikasi champion terkuat dan build optimal melalui statistik yang tersedia secara publik, Phreak mengungkapkan bahwa Riot tidak akan mempublikasikan data serupa untuk mode Classic. Sebagai gantinya, para pemain akan didorong untuk menemukan sendiri metagame yang berkembang dalam mode tersebut.
"It's going to be up to you to discover what's good, to figure out your own stuff and break the mold," kata Phreak, menekankan pendekatan eksploratif yang ingin dihadirkan Riot melalui mode Classic ini, berbeda jauh dari pendekatan berbasis data yang lazim ditemui di League of Legends versi reguler saat ini.
Champion Kembali ke Versi Sebelum Rework
Salah satu detail penting lainnya yang diungkap Phreak adalah bahwa para champion dalam mode Classic akan menggunakan versi sebelum rework, lengkap dengan kemampuan dan kit original mereka. Pendekatan ini semakin memperkuat komitmen Riot untuk menghadirkan pengalaman bermain yang autentik sesuai era awal game tersebut, tanpa berbagai perubahan besar yang telah diterapkan selama bertahun-tahun pengembangan League of Legends modern.
Dengan rencana dukungan jangka panjang, kerahasiaan data statistik, serta penggunaan versi champion pra-rework, League of Legends Classic tampaknya dirancang Riot Games bukan sekadar sebagai proyek nostalgia sementara, melainkan sebagai ekosistem permainan tersendiri yang berpotensi terus berkembang berdampingan dengan League of Legends versi utama di masa mendatang.
Editor : ALengkong