Para pengembang di balik game Clair Obscur: Expedition 33 resmi mendapatkan pengakuan dari Kementerian Kebudayaan Prancis, menerima penghargaan Ordre des Arts et des Lettres atau Order of Arts and Letters, sebuah penghargaan bergengsi yang merayakan kontribusi signifikan terhadap seni dan warisan budaya. Tim Sandfall Interactive, termasuk para pendiri Guillaume Broche, Tom Guillermin, dan François Meurisse, bersama sekitar 25 anggota lainnya, dilantik sebagai Chevaliers atau Ksatria dari ordo tersebut dalam sebuah upacara yang menyoroti dampak game tersebut baik terhadap budaya nasional maupun lanskap gaming global.
Penghargaan Ordre des Arts et des Lettres sendiri didirikan pada 1957 untuk mengakui individu dan kelompok yang telah memperkaya seni, sastra, serta pengaruh budaya di Prancis maupun secara internasional. Penghargaan ini mencakup tiga tingkatan, yakni Chevalier atau Ksatria, Officier atau Perwira, dan Commandeur atau Komandan, dengan tingkatan Chevalier menghormati hingga 200 penerima setiap tahunnya atas pencapaian kreatif dan budaya mereka.
Puncak Kesuksesan Setelah Dominasi di The Game Awards 2025
Penghargaan yang diterima Sandfall ini muncul menyusul kesuksesan besar Clair Obscur: Expedition 33, termasuk sapuan bersih yang memecahkan rekor di The Game Awards 2025, di mana game tersebut meraih berbagai penghargaan bergengsi, disorot oleh gelar Game of the Year serta pujian luas dari kritikus dan pemain di seluruh dunia. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, secara terbuka mengucapkan selamat kepada para pengembang tersebut, menyebut game ini sebagai sumber kebanggaan besar bagi Montpellier dan Prancis.
Menteri Kebudayaan, Rachida Dati, turut memuji pencapaian tim tersebut, menggambarkannya sebagai dekorasi luar biasa untuk kesuksesan yang luar biasa, yang menegaskan pentingnya video game sebagai bentuk seni yang sah sekaligus industri budaya yang esensial. Penghargaan ini menempatkan Sandfall sejajar dengan sejumlah figur ternama dalam pengembangan game global, termasuk kreator Super Mario, Shigeru Miyamoto, kreator Rayman, Michel Ancel, dan perintis Alone in the Dark, Frédérick Raynal, yang semuanya merupakan penerima ordo tersebut sebelumnya.
Tradisi Ordo Kehormatan yang Bertahan Meski Monarki Berakhir
Meski Prancis sudah tidak lagi berbentuk monarki selama lebih dari dua abad, tradisi ordo dan kesatriaan tetap tertanam dalam sistem penghargaan budaya negara tersebut. Berbeda dengan ordo historis yang terkait dengan otoritas kerajaan, seperti Order of the Star yang didirikan pada 1351 oleh Raja John II sebagai ordo kesatriaan abad pertengahan untuk mengakui keberanian militer, distinksi modern seperti Ordre des Arts et des Lettres merupakan ordo jasa sipil yang didirikan oleh republik untuk mengakui kontribusi terhadap budaya dan pengaruh nasional.
Prancis juga mempertahankan sejumlah penghargaan sipil lain seperti Légion d'honneur atau Legion of Honour, yang mengakui jasa luar biasa dalam kehidupan sipil maupun militer, sementara secara historis, Order of the Holy Spirit pernah menjadi ordo kesatriaan tertinggi di bawah monarki lama. Meski ordo-ordo monarki tradisional tersebut dihentikan seiring berakhirnya pemerintahan kerajaan, warisannya tetap berlanjut dalam sistem penghargaan modern Prancis, tempat republik terus secara seremonial mengapresiasi pencapaian dalam seni, sastra, dan pengabdian nasional.
Dengan menganugerahkan gelar ini kepada tim Sandfall, Prancis menegaskan baik legitimasi artistik video game maupun signifikansi budaya yang abadi dari penghargaan kehormatan yang menelusuri warisannya hingga berabad-abad pengakuan atas keunggulan kreatif dan intelektual.
Editor : ALengkong