MANADO MAKIN MENCEKAM: Ancaman Banjir Bandang Malam Hari, Listrik Padam, Warga Teriak Kelaparan, Sudah Ada Korban Jiwa
Filip Kapantow• Sabtu, 22 Maret 2025 | 17:22 WIB
Korban meninggal akibat tanah longsor di Kelurahan Malendeng, kini disemayamkan di ruang serba guna GMIM Golgota Bukit Ranomuut Permai.
MANADOPOST.ID - Suasana Kota Manado mencekam. Hujan deras selama 2 hari mengakibatkan banjir dan longsor.
Bahkan, sudah ada korban jiwa di Kelurahan Malendeng, Arnold Robert Mamahit (76), yang saat ini disemayamkan di ruang serba guna Jemaat Golgota Bukit Ranomuut Permai Malendeng, Wilayah Manado Timur V, Sabtu (22/03/25).
Warga yang terisolasi banjir mulai kelaparan di malam hari. "Kami butuh makanan, seharian terisolasi banjir," teriak sejumlah Warga Karame.
PT PLN (Persero) UP3 Manado sendiri mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik di beberapa wilayah akibat cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado dan sekitarnya.
Hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir menjadi alasan utama penghentian aliran listrik untuk menghindari risiko tersengat listrik serta menjaga keselamatan masyarakat.
Beberapa daerah yang terdampak penghentian listrik sementara meliputi Kubur Cina Paal Dua, Sisipan BTN Paal Dua, Pasar Segar Umum, Sisipan Ternate Tanjung Muhammadiyah, Ternate Tanjung Muhammadiyah, Ternate Tanjung, Kampung Argentina, Dendengan Luar Hok Naga, Depsos Dendengan, Welong Abadi, Multifood
PLN menyatakan bahwa penghentian sementara ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya akibat instalasi listrik yang terendam air serta memastikan kondisi jaringan aman sebelum dilakukan pemulihan.
Sementara itu, Bendungan Kuwil Kawangkoan sempat jadi harapan warga mengurangi banjir di Kota Manado.
Ya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut).
Jokowi sempat mengklaim bendungan ini bakal mengurangi banjir di Manado.
"(Bendungan Kuwil Kawangkoan) nanti bisa mengurangi banjir yang ada untuk di Manado," ungkap Jokowi dalam agenda kunjungan kerja di Minut, 19 Januari 2023.
Jokowi mengungkapkan pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan dibangun sejak 2016 lalu.
Bendungan ini menghabiskan anggaran Rp 1,9 triliun.
"Kuwil Kawangkoan ini dibangun sejak 2016, dengan anggaran Rp 1,9 triliun dengan kapasitas 26 juta meter kubik dengan luas genangan 157 hektare," beber Jokowi, saat itu.
Kenyataan di lapangan tidaklah demikian. Hujan deras selama dua hari mengakibatkan banjir dan longsor di Kota Manado.
"Harapan kami terhadap Bendungan Kuwil Kawangkoan 1,9 Triliun, tak sesuai dengan kenyataan di lapangan untuk mengatasi banjir," sesal sejumlah warga Manado yang trauma dengan Banjir Bandang 2014.
Bahkan, warga Manado di bantaran Sungai Tondano harus bersiaga. Waduk Bendungan Kuwil spill out.
Laporan yang diterima Manado Post dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melaporkan, bahwa sejak tadi malam pukul 22.08 WITA Waduk Bendungan Kuwil spill out.
Artinya Bendungan Kuwil Kawangkoan telah mencapai tampungan maksimum sebesar 26.86 Juta M3, pada elevasi + 100.2 dpl.
Sementara itu, sampai sore ini (22 Maret 2025 Pkl 16.10 WITA), pasokan air dari hulu, yaitu dari Sungai Tondano, masih terus masuk sebagai inflow ke Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Sehingga otomatis air akan mengalir keluar/ spill out melalui ambang pelimpah spillway di bagian samping kiri konstruksi Bendungan Kuwil, menuju ke Sungai Tondano yang bermuara di Teluk Manado.
"Oleh karena itu kami menghimbau agar masyarakat dan semua pihak di sepanjang aliran Sungai Tondano di Kota Manado agar terus siaga. Dikarenakan masih ada potensi hujan lebat–sangat lebat di catchment area/ di bagian hulu Bendungan Kuwil Kawangkoan," demikian siaran pers dari Balai Wilayah Sungai. (mpd)