MANADOPOST.ID – Akselerasi pembangunan infrastruktur pendidikan tinggi kembali ditegaskan oleh Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) melalui penambahan gedung baru di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip).
Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar ekspansi fisik, melainkan representasi konkret dari komitmen institusi dalam mendorong kualitas pembelajaran yang adaptif, progresif, dan berorientasi masa depan.
Langkah strategis ini tak lepas dari perhatian langsung Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng, yang dinilai konsisten memperkuat fondasi akademik melalui pengembangan sarana-prasarana yang relevan dengan dinamika pendidikan tinggi kontemporer.
Gedung baru Fisip Unsrat dirancang sebagai ruang akademik multifungsi mengintegrasikan kenyamanan, teknologi, dan fleksibilitas pembelajaran.
Dengan fasilitas yang lebih representatif, mahasiswa diharapkan dapat mengoptimalkan proses belajar, riset, hingga diskursus ilmiah secara lebih intens dan produktif.
Dekan Fisip Unsrat, Dr Ferry Daud Liando, dalam keterangannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh dari pimpinan universitas.
“Penambahan gedung ini merupakan momentum penting bagi Fisip untuk melakukan lompatan kualitas. Kami melihat ini bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi sebagai ekosistem akademik baru yang memungkinkan terjadinya interaksi intelektual yang lebih dinamis, kolaboratif, dan inovatif,” ujar Liando.
Ia menegaskan bahwa keberadaan gedung baru tersebut akan dimaksimalkan untuk mendukung berbagai aktivitas tridarma perguruan tinggi, mulai dari proses pembelajaran berbasis student-centered learning, penguatan riset sosial-politik, hingga pengabdian kepada masyarakat yang lebih berdampak.
“Fisip Unsrat berkomitmen menjadikan fasilitas ini sebagai pusat pengembangan kapasitas mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun soft skills. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teoritik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan analitis yang kuat dalam membaca realitas,” tambahnya.
Lebih jauh, Liando juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan transformasi kurikulum dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Gedung ini adalah katalis. Namun esensi utamanya tetap pada bagaimana kita mengelola ruang ini menjadi arena pembelajaran yang hidup di mana ide, gagasan, dan inovasi tumbuh secara organik,” tandasnya. (ewa)
Editor : Baladewa Setlight