Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Presiden Prabowo: Makan Bergizi Gratis Jangkau 60 Juta Warga

Angel Rumeen • Rabu, 29 April 2026 | 23:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberi dukungan penuh pada pelaksanaan program MBG. Tampak presiden saat memantau salah satu dapur.
Presiden Prabowo Subianto memberi dukungan penuh pada pelaksanaan program MBG. Tampak presiden saat memantau salah satu dapur.

 

MANADOPOST.ID—Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah telah menjangkau lebih dari 60 juta masyarakat Indonesia dan kini mulai menarik perhatian berbagai negara di dunia.

 

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri kegiatan groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

 

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melaksanakan program berskala besar dengan dampak luas. Ia bahkan mengungkapkan bahwa sejumlah negara kini mulai mempelajari implementasi program MBG sebagai referensi kebijakan mereka.

 

“Banyak negara sekarang belajar MBG dari kita. Di mana ada negara yang bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang lima kali seminggu,” ujar Prabowo.

 

Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program MBG tercatat mencapai 61.239.037 orang. Dari total tersebut, sekitar 49 juta di antaranya merupakan siswa sekolah yang menjadi target utama peningkatan gizi nasional.

 

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar kalangan pelajar. Pemerintah juga memberikan perhatian kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia. Bahkan, bagi mereka yang memiliki keterbatasan, distribusi makanan dilakukan langsung ke rumah.

 

“Ibu-ibu hamil diantar makanan, begitu juga orang tua atau lansia yang tidak berdaya,” ungkapnya.

 

Selain berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, program MBG juga membawa perubahan signifikan di sektor ekonomi, khususnya bagi petani dan nelayan. Prabowo menjelaskan bahwa sebelumnya banyak hasil panen yang tidak terserap pasar, sehingga merugikan para produsen.

 

Kini, melalui program MBG, hasil produksi masyarakat memiliki kepastian pasar. Kondisi ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada tengkulak sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian dan perikanan.

 

“Petani yang sebelumnya hasil panennya tidak terbeli kini mulai terserap. Tengkulak tidak lagi mudah menjatuhkan harga,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai desa juga menjadi bagian penting dari ekosistem program ini. Selain mendukung distribusi makanan bergizi, fasilitas tersebut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat.

 

Menurut Prabowo, satu dapur MBG dapat menyerap sekitar 50 tenaga kerja. Jika target pembangunan 30.000 dapur tercapai, maka program ini berpotensi menciptakan hingga 1,5 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia.

 

Meski demikian, pemerintah menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program MBG. Oleh karena itu, evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan agar manfaatnya semakin optimal dan merata.

 

“Kalau ada kekurangan, kita tindak. Secara garis besar, program ini membangkitkan ekonomi,” pungkas Prabowo.

 

Program Makan Bergizi Gratis kini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat di berbagai daerah.(*)

Editor : Angel Rumeen
#Prabowo Subianto #BGN #Mbg