MANADOPOST.ID—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan perubahan struktur kepemimpinan pada Badan Gizi Nasional (BGN) dengan menunjuk tiga nama baru untuk mengisi posisi pimpinan yang sebelumnya kosong. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola serta peningkatan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dijalankan pemerintah.
Juru bicara pemerintah, Prasetyo, menjelaskan bahwa penunjukan pimpinan baru tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi terhadap kinerja dan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) di lingkungan BGN. Menurutnya, ada beberapa aspek yang menjadi perhatian utama dalam keputusan tersebut.
“Mulai dari masalah kesiapan dalam menjalankan SOP, tata kelola, hingga kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Prasetyo dalam keterangannya.
Dalam keputusan tersebut, Presiden Prabowo menunjuk tiga pejabat baru untuk mengisi posisi strategis di BGN. Adapun susunan pimpinan baru yang ditetapkan yaitu Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Perubahan ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu program prioritas nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah menilai penguatan kelembagaan BGN menjadi penting untuk memastikan standar layanan, kualitas makanan, serta distribusi program berjalan lebih efektif dan terukur.
Prasetyo menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada aspek disiplin kerja dan kepatuhan terhadap prosedur operasional yang telah ditetapkan. Hal ini dianggap krusial mengingat program MBG melibatkan rantai distribusi pangan yang luas dan menyentuh kelompok sasaran dalam jumlah besar, terutama anak-anak di berbagai daerah.
Menurutnya, perbaikan tata kelola juga menjadi fokus utama agar pelaksanaan program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan. Kualitas makanan yang disalurkan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan program MBG, sehingga pengawasan ketat diperlukan di setiap tahapan.
Langkah perombakan ini dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat fondasi kelembagaan dalam mendukung program prioritas nasional. Dengan adanya pimpinan baru di BGN, diharapkan koordinasi lintas sektor, pengawasan distribusi, serta standar kualitas pangan dapat semakin ditingkatkan.
Sejumlah pengamat menilai bahwa dinamika di tubuh BGN menunjukkan adanya penekanan serius pemerintah terhadap efektivitas pelaksanaan program gizi nasional. Program MBG sendiri memiliki target besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi yang merata dan berkelanjutan.(*)
Editor : Angel Rumeen