MANADOPOST.ID- Serviks atau leher rahim merupakan bagian penting dari sistem reproduksi perempuan yang menghubungkan rahim dengan vagina. Organ ini berperan dalam memproduksi lendir yang membantu pergerakan sperma sekaligus melindungi janin selama kehamilan.
Kanker serviks terjadi ketika sel-sel pada leher rahim tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Dalam banyak kasus, penyakit ini berkaitan erat dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan setelah kanker payudara.
Kementerian Kesehatan mencatat, sekitar 21.000 kematian setiap tahun di Indonesia berasal dari 36.633 kasus kanker serviks. Angka ini menunjukkan bahwa kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan.
Vaksin HPV, Upaya Pencegahan Sejak Dini
Meningkatkan kesadaran akan bahaya kanker serviks menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan orang-orang terdekat. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa vaksin HPV mampu mencegah sekitar 70–90 persen kasus kanker serviks.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan perlindungan kesehatan perempuan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia bekerja sama dengan Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) menggelar vaksinasi HPV massal. Kegiatan ini ditujukan bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan beserta keluarga, anggota organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan, keamanan vaksin menjadi prioritas utama. “BPOM memastikan vaksin yang diberikan aman dan memiliki efikasi sangat tinggi, mendekati 100 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh vaksin yang digunakan telah melalui proses evaluasi ketat dan memenuhi standar BPOM, yang telah memperoleh pengakuan sebagai WHO Listed Authority (WLA), khususnya untuk pengawasan vaksin.
Di tingkat daerah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Manado turut berperan aktif sebagai pelaksana kegiatan di Sulawesi Utara. Vaksinasi akan dilaksanakan pada Selasa, 7 April 2026, di Gedung Toar, Kantor BBPOM Manado, yang berlokasi di Jalan Raya Manado–Tomohon Km 7, Pineleng, Minahasa.
Kepala BBPOM Manado, Hermanto, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini sebagai upaya menjaga kesehatan perempuan dan generasi bangsa di Sulawesi Utara. Ia berharap program vaksinasi ini dapat menekan angka kejadian kanker serviks di wilayah tersebut.
Pendaftaran vaksinasi ini dilakukan secara online melalui tautan https://vaxnet.id/register. Namun vaksin HPV ini tidak diperuntukkan bagi ibu hamil atau individu yang sedang menderita penyakit berat.
Program vaksinasi ini menyasar remaja hingga perempuan usia 60 tahun, dengan jadwal pemberian sebanyak tiga dosis. " Dosis kedua diberikan dua bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga enam bulan setelah dosis pertama. Setiap dosis dikenakan biaya registrasi sebesar Rp290.000,"jelasnya.
Lanjutnya, harga vaksin HPV ini secara mandiri di luar (dokter) bisa lebih dari Rp1juta per dosis. Artinya harga Vaksin BPOM ini jauh lebih murah.
Di sisi lain, Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Manado Erika Tiurida Septyawati mengajak masyarakat khususnya perempuan untuk memanfaatkan kesempatan vaksin massal ini. "Untuk informasi lebih lanjut dengan menghubungi BBPOM Manado melalui nomor 085190097997 atau telepon (0431) 824327," ajaknya.
Ia menegaskan, melalui vaksinasi HPV, langkah pencegahan dapat dimulai sejak dini. Perempuan sehat menjadi fondasi bagi generasi yang sehat, menuju Indonesia yang lebih kuat.
Editor : Ayurahmi Rais