Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Daewoong Tekankan Pentingnya Pengelolaan LDL-C untuk Cegah Komplikasi Kardiovaskular pada Pasien Diabetes

Amelia Beatrix • Senin, 22 Juni 2026 | 10:56 WIB
Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa serangan jantung pada pasien diabetes tidak selalu diawali gejala khas seperti nyeri dada, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal nyeri.
Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, menjelaskan bahwa serangan jantung pada pasien diabetes tidak selalu diawali gejala khas seperti nyeri dada, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal nyeri.

MANADOPOST.ID – Daewoong Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Siloam Hospitals Surabaya menggelar health talk bertajuk “Silent but Deadly: Serangan Jantung pada Penderita Diabetes” pada 20 Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran pasien dan keluarga mengenai pentingnya deteksi dini serta pengelolaan komprehensif diabetes untuk mencegah komplikasi kardiovaskular dan ginjal.

Dalam kegiatan tersebut, para ahli menekankan bahwa diabetes bukan hanya persoalan mengendalikan kadar gula darah, tetapi juga berkaitan erat dengan risiko kerusakan organ vital seperti jantung, pembuluh darah, dan ginjal. Di Jawa Timur, jumlah penderita diabetes terus meningkat, dengan lebih dari 854 ribu kasus terdeteksi pada usia di atas 15 tahun, sementara di Surabaya mencapai lebih dari 104 ribu pasien.

Prof. Yudi Her Oktaviono, menjelaskan bahwa pasien diabetes berisiko mengalami serangan jantung tanpa gejala khas. Kondisi gula darah tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf sehingga tanda peringatan seperti nyeri dada sering tidak dirasakan.

Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan LDL-C atau kolesterol jahat yang dapat mempercepat aterosklerosis, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak. Prof. Yudi memperkenalkan prinsip “The Sooner, The Lower, The Better” sebagai pesan utama pengendalian LDL-C sejak dini secara konsisten.

 Dari kiri ke kanan: 1. dr. Haritsah, Medical Affairs Daewoong Pharmaceutical Indonesia; 2. dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, Hospital Director of Siloam Hospitals Surabaya; 3. Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD, Subsp. EMD(K), FINASIM, FACP, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi; 4. Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, sebagai pembicara dalam acara Health Talk yang diselenggarakan oleh Daewoong Pharmaceutical Indonesia bekerja sama dengan Siloam Hospitals Surabaya pada 20 Juni 2026.
Dari kiri ke kanan: 1. dr. Haritsah, Medical Affairs Daewoong Pharmaceutical Indonesia; 2. dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, Hospital Director of Siloam Hospitals Surabaya; 3. Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD, Subsp. EMD(K), FINASIM, FACP, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi; 4. Prof. Yudi Her Oktaviono, Sp.JP(K), FIHA, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrinologi, Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, menekankan risiko komplikasi ginjal pada pasien diabetes yang sering tidak disadari pada tahap awal. Ia menyebut pentingnya pemantauan rutin melalui pemeriksaan HbA1c, UACR, dan eGFR untuk mendeteksi gangguan ginjal lebih dini.

Dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, Direktur Siloam Hospitals Surabaya, mengatakan bahwa edukasi diabetes perlu disampaikan secara lebih menyeluruh.
Dr. Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK, Direktur Siloam Hospitals Surabaya, mengatakan bahwa edukasi diabetes perlu disampaikan secara lebih menyeluruh.

Direktur Siloam Hospitals Surabaya, dr. Maria Magdalena Padmidewi, menegaskan bahwa edukasi pasien menjadi kunci dalam pencegahan komplikasi diabetes. Menurutnya, diabetes dapat memengaruhi banyak organ secara diam-diam sehingga diperlukan pendekatan layanan kesehatan yang terpadu dan berkelanjutan.

Dari sisi industri, Daewoong menegaskan komitmennya dalam mendukung edukasi dan inovasi terapi. Head of Daewoong Pharmaceutical Indonesia Business Division, Baik In-hyun, menyatakan bahwa pemahaman dini pasien terhadap risiko diabetes dapat membantu mencegah kerusakan organ yang tidak dapat diperbaiki.

Daewoong juga telah meluncurkan terapi dislipidemia berbasis ezetimibe dan rosuvastatin, serta menyiapkan peluncuran terapi diabetes tipe 2 enavogliflozin 0,3 mg yang telah mendapat persetujuan BPOM RI. Perusahaan berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan institusi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran pengelolaan gula darah, LDL-C, dan fungsi ginjal secara terpadu demi kualitas hidup pasien yang lebih baik.(AME)

Editor : Amelia Beatrix
#Siloam Hospitals Surabaya #komplikasi kardiovaskular #Daewoong #diabetes