MANADOPOST.ID - Daewoong Pharmaceutical Indonesia mendorong pengelolaan kadar kolesterol LDL (LDL-C) menjadi bagian utama dalam penanganan pasien diabetes melitus tipe 2, menyusul masih rendahnya pencapaian target kolesterol pada kelompok berisiko tinggi di Indonesia. Pesan tersebut disampaikan dalam simposium ilmiah pada PIT PERKENI 2026 di Bandung.
Perusahaan menilai penanganan diabetes tidak lagi cukup berfokus pada pengendalian gula darah, tetapi juga harus mengendalikan faktor risiko lain seperti dislipidemia yang berkontribusi terhadap penyakit jantung dan stroke.
Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo menjelaskan pasien diabetes tipe 2 sering memiliki beberapa faktor risiko kardiovaskular secara bersamaan. Karena itu, penurunan LDL-C secara aktif menjadi salah satu prioritas terapi. Ia menambahkan pedoman internasional saat ini merekomendasikan terapi penurun lipid dimulai sedini mungkin agar target kolesterol dapat tercapai lebih cepat.
Urgensi tersebut didukung sejumlah data nasional. Studi registri multisenter menunjukkan hanya 4,9 persen pasien berisiko tinggi yang mencapai target LDL-C di bawah 55 mg/dL. Sementara penelitian lain menemukan dislipidemia dialami oleh 74 persen pasien diabetes tipe 2 dan mencapai 85 persen pada pasien yang juga mengidap penyakit arteri koroner.
CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park, mengatakan perusahaan akan terus menghadirkan solusi terapi bagi pasien penyakit kronis di Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi dengan komunitas medis. Ke depan, Daewoong juga berencana melakukan penelitian berbasis data klinis pasien lokal bersama tenaga medis Indonesia untuk menghasilkan bukti ilmiah yang lebih relevan bagi populasi Asia serta mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan nasional.(AME)
Editor : Amelia Beatrix