MANADOPOST.ID—Kepala BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara, dr. Maulana A. Siregar, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dihadirkan Sentra Medika Hospital Minahasa Utara melalui Kamar Prioritas Layanan Kecelakaan Kerja. Fasilitas ini dinilai sebagai terobosan yang layak menjadi contoh bagi rumah sakit lain dalam meningkatkan pelayanan bagi pekerja.
Menurut Maulana, layanan tersebut merupakan yang pertama di wilayah Sulawesi dan Maluku yang secara khusus diperuntukkan bagi pasien korban kecelakaan kerja.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Sentra Medika Hospital Minahasa Utara. Layanan ini menjadi yang pertama di Sulawesi dan Maluku, dan akan kami sosialisasikan kepada perusahaan maupun masyarakat agar semakin banyak pekerja mengetahui manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Maulana.
Ia menjelaskan, tingginya angka kecelakaan kerja menjadi alasan kuat perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara sendiri, rata-rata terdapat satu hingga dua kasus kecelakaan kerja yang ditangani setiap hari.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya kesiapan rumah sakit dalam memberikan layanan yang cepat, tepat, dan terintegrasi, mulai dari penanganan pada fase kritis, pelayanan medis lanjutan, hingga kemudahan proses administrasi agar peserta dapat memperoleh layanan tanpa hambatan.
“Ke depan kami berharap pelayanan kecelakaan kerja semakin terintegrasi dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan pekerja. Dengan demikian, manfaat program perlindungan tenaga kerja dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh peserta,” tutup Maulana.
Kehadiran Kamar Prioritas Layanan Kecelakaan Kerja semakin mempertegas komitmen Sentra Medika Hospital Minahasa Utara dalam menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan yang berkualitas, cepat, nyaman, serta mengutamakan keselamatan dan pemulihan pasien. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat perlindungan bagi para pekerja yang menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah. (jen)
Editor : Angel Rumeen