Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Lebih Mematikan dari Kanker, Kenali Bahaya Tersembunyi Kebocoran Katup Jantung

ALengkong • Jumat, 10 Juli 2026 | 14:34 WIB
Ilustrasi seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menahan sakit pada bagian dada, salah satu indikasi awal masalah kardiovaskular di tempat umum.
Ilustrasi seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menahan sakit pada bagian dada, salah satu indikasi awal masalah kardiovaskular di tempat umum.

MANADOPOST.ID - Kebocoran katup jantung, khususnya pada katup mitral, merupakan kondisi serius yang dapat menjadi ancaman mematikan apabila tidak ditangani dengan tepat sejak dini. Bahkan, risiko kematian akibat kondisi ini disebut dapat lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis kanker.

Seorang ahli medis, dr. Martin, menegaskan bahwa gangguan pada katup mitral bukanlah penyakit ringan. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan kelelahan atau sesak napas, tetapi juga termasuk gangguan kritis yang memerlukan penanganan segera.

Secara medis, seluruh komponen jantung harus bekerja secara harmonis agar katup dapat membuka dan menutup dengan sempurna dalam mengatur aliran darah. Namun, jika terjadi kelainan bawaan atau cedera pada struktur jantung, katup mitral dapat mengalami gangguan fungsi sehingga darah mengalir kembali ke arah yang salah.

Kondisi ini menyebabkan jantung bekerja lebih keras karena sebagian darah kembali ke serambi kiri. Akibatnya, otot jantung dapat membesar secara bertahap, yang justru menurunkan fungsi sirkulasi dan meningkatkan risiko kematian jika tidak segera ditangani.

“Ketika kebocoran signifikan terjadi dan tidak diobati, kondisi pasien akan terus memburuk seiring waktu,” ujar dr. Martin.

Selain meningkatkan risiko kematian mendadak, kebocoran katup jantung juga menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis. Banyak penderita mengalami keterbatasan aktivitas, sering dirawat di rumah sakit, hingga kesulitan menjalani kegiatan sehari-hari.

Penyebab kebocoran katup mitral terbagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Pada kasus primer, kerusakan berasal dari katup itu sendiri, umumnya akibat proses degeneratif seiring bertambahnya usia. Sementara itu, pada kasus sekunder, katup sebenarnya normal, tetapi terjadi perubahan bentuk jantung akibat penyakit lain, seperti pembesaran otot jantung setelah serangan jantung.

Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan metode penanganan minimal invasif melalui prosedur transkateter. Teknik ini memungkinkan perbaikan katup tanpa operasi bedah terbuka, dengan jantung tetap berdetak selama tindakan berlangsung.

Metode ini memberikan banyak keuntungan, seperti tingkat presisi yang tinggi, risiko yang lebih rendah, serta pemulihan yang lebih cepat. Bahkan, sebagian pasien dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya setelah prosedur.

Keberhasilan teknik ini didukung oleh teknologi pencitraan medis canggih dan kecerdasan buatan yang membantu dokter dalam melakukan tindakan secara akurat.

Melihat besarnya risiko yang ditimbulkan, kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini perlu ditingkatkan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan penerapan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah komplikasi serius di masa depan.

Editor : ALengkong
#Kebocoran Katup Jantung #Inovasi medis #Penyakit Mematikan #kesehatan jantung