MANADOPOST.ID- Kebiasaan minum teh langsung setelah makan yang umum dilakukan banyak orang ternyata tidak disarankan, karena dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan, khususnya zat besi.
Ahli Gizi RS JIH Solo, Himaa Aliya, S.Gz, menjelaskan bahwa kandungan asam tanin dan polifenol dalam teh dapat mengikat protein dan zat besi dari makanan, sehingga menghambat proses pencernaan dan penyerapan nutrisi tersebut, menurut keterangannya yang dikutip RRI.
Tanin bekerja dengan cara mengikat zat besi di dalam lambung sebelum sempat diserap oleh usus kecil, ibarat sebuah gembok yang mengunci zat besi tersebut sehingga tubuh tidak bisa memanfaatkannya secara optimal, menurut penjelasan RS Kemenkes Surabaya.
Efek penghambatan ini disebut lebih kuat memengaruhi zat besi non-heme, yakni zat besi yang berasal dari sumber nabati seperti sayuran hijau, tahu, dan tempe, dibandingkan zat besi heme dari sumber hewani, menurut Alodokter.
Sebuah penelitian yang dikutip RS Islam Surabaya bahkan menyebutkan bahwa konsumsi teh setelah makan dapat menurunkan penyerapan zat besi hingga 64 persen, angka yang cukup signifikan terutama bagi kelompok berisiko kekurangan zat besi.
Kelompok yang perlu lebih memperhatikan jarak waktu minum teh setelah makan di antaranya remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, anak-anak, serta vegetarian dan vegan, karena mereka memiliki kebutuhan zat besi yang lebih tinggi atau lebih bergantung pada sumber zat besi nabati, menurut Halodoc.
Selain soal zat besi, kandungan kafein dalam teh turut disebut dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, yang berpotensi memicu iritasi saluran pencernaan seperti mual, mulas, hingga diare, terutama bila dikonsumsi dalam jumlah besar, menurut RS Islam Surabaya.
Jika kebiasaan minum teh setelah makan terus berlanjut dalam jangka panjang, risiko kekurangan zat besi dapat meningkat dan berujung pada anemia defisiensi besi, kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat sehingga menimbulkan gejala lemas, pucat, dan mudah lelah.
Untuk meminimalkan dampak negatif ini, ahli gizi menyarankan pemberian jeda waktu antara makan dan minum teh, idealnya sekitar satu jam setelah makan, agar tubuh punya cukup waktu menyerap nutrisi penting dari makanan sebelum tanin dalam teh sempat mengikatnya.
Bagi yang tetap ingin menikmati teh tanpa jeda panjang, disarankan memilih teh herbal seperti kamomil atau peppermint yang memiliki kandungan tanin jauh lebih rendah dibanding teh hitam atau teh hijau, menurut Halodoc.
Meski perlu diperhatikan waktu konsumsinya, teh tetap memiliki manfaat kesehatan seperti kandungan antioksidan yang baik untuk tubuh, sehingga bukan berarti harus dihindari sepenuhnya, melainkan cukup diatur jarak konsumsinya dari waktu makan utama.
Editor : ALengkong