MANADOPOST.ID– Penguatan kebijakan dan strategi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KR) menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gran Puri Hotel Manado, 17–18 Juli 2026.
Rakorda dibuka secara daring oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IBI, Dr Ade Jubaedah S.Keb Bdn MM MKM, dan menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan sekaligus mendukung terwujudnya keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara, Sherly Mewengkang-Najoan, mewakili Ketua TP-PKK Sulut.
Dalam sambutannya, Sherly menegaskan Rakorda IBI merupakan momentum penting untuk memperkuat komunikasi, menyatukan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan program kerja, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di Sulawesi Utara.
Menurutnya, bidan memiliki peran yang sangat vital sebagai garda terdepan dalam upaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), mempercepat penurunan stunting, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus daerah maupun pengurus cabang IBI yang terus menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam memajukan organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu materi utama yang disampaikan dalam Rakorda adalah "Kebijakan dan Strategi Program KB/KR" yang dibawakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, dr Jeanny Yola Winokan MAP.
Dalam paparannya, dr Jeanny menekankan pentingnya penguatan implementasi Program Bangga Kencana melalui optimalisasi pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KB/KR), peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta penguatan peran bidan dalam memberikan edukasi, konseling, dan pendampingan kepada masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi antara IBI dan BKKBN dalam mendukung percepatan penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta mewujudkan keluarga yang sehat, tangguh, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Pengurus Daerah IBI Provinsi Sulawesi Utara Bdn Masye E Tokalese SST MARS menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan kolaborasi antara IBI dan BKKBN dalam menyukseskan berbagai program kesehatan masyarakat.
Menurut Masye, bidan memiliki posisi yang sangat strategis karena berada di garis terdepan dalam memberikan pelayanan kepada ibu, bayi, balita hingga keluarga.
Karena itu, sinergi yang semakin kuat dengan BKKBN diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi, memperluas edukasi keluarga berencana, serta mempercepat penurunan angka stunting di Sulawesi Utara.
"Melalui Rakorda ini kami semakin memperkuat komitmen seluruh bidan di Sulawesi Utara untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kami siap mendukung seluruh program pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera," ujar Masye.
Rakorda IBI Provinsi Sulut Tahun 2026 turut dihadiri Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Dr dr Rima Fien Lolong, M.Kes sebagai narasumber, serta para Ketua Pengurus Cabang IBI kabupaten/kota se-Sulut. (*)
Editor : Gregorius Mokalu