MANADOPOST.ID—Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung program kesehatan nasional, Sentra Medika Hospital Minahasa Utara menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang mengangkat tiga program prioritas, yakni Pencegahan Stunting, Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), dan Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, di Puskesmas Paniki Bawah dan diikuti oleh ibu hamil, ibu balita, serta masyarakat setempat.
Selain penyampaian materi edukasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita dan ibu hamil. Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemenuhan gizi serta mencegah stunting sejak dini, khususnya pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Materi mengenai pencegahan dan penanggulangan stunting disampaikan oleh Adelweis Yunri, S.Gz. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai, pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan stunting sejak awal kehidupan.
Sementara itu, materi mengenai Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) disampaikan oleh Dina Afriani, A.Md.Keb. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan komprehensif bagi ibu hamil, ibu bersalin, serta bayi baru lahir dalam kondisi kegawatdaruratan. Pelayanan PONEK dinilai berperan penting dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.
Edukasi selanjutnya mengenai Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA) dibawakan oleh Dona A. Pangalila, A.Md.Farm. Materi ini menekankan pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak dan sesuai anjuran tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya resistensi antimikroba yang dapat mengurangi efektivitas pengobatan di masa mendatang.
Direktur Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, dr. Ivan Wijaya Widiatomo, MARS, berharap kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan bayi, serta penggunaan antibiotik secara rasional.
“Edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan salah satu bentuk kontribusi rumah sakit dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung keberhasilan program-program prioritas pemerintah di bidang kesehatan,” ujarnya.
Ke depan, Sentra Medika Hospital Minahasa Utara akan terus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk menghadirkan edukasi dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (jen)
Editor : Angel Rumeen