MANADOPOSTID - Profesor madya di bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Tufts, Kimberly Dong, mengungkapkan bahwa timun menyimpan banyak manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Menurutnya, sebagaimana disampaikan dalam siaran Channel News Asia, Minggu (2/8) waktu setempat, timun tergolong sehat karena rendah kalori namun kaya kandungan air dan serat, dengan tekstur renyah serta rasa ringan yang menyegarkan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis makanan. Selain itu, timun juga dapat menjadi sumber hidrasi rendah kalori yang sangat baik bagi tubuh.
Profesor ilmu gizi di Texas Christian University, Gina Jarman Hill, menambahkan bahwa anggapan timun sebagai makanan berkalori negatif, atau makanan yang mengandung lebih sedikit kalori dibanding energi yang dibutuhkan untuk mencernanya, sebenarnya keliru. Menurutnya, meski tidak ada istilah makanan berkalori negatif, kandungan kalori timun yang sangat rendah membuatnya menjadi makanan yang paling mendekati kategori tersebut. Ia menekankan bahwa selama seseorang memperhatikan bahan pendamping yang digunakan, tidak ada alasan untuk mengurangi konsumsi timun.
Dari sisi kesehatan metabolik, timun memiliki efek minimal terhadap kadar gula darah dan dianggap aman dikonsumsi penderita diabetes, karena hanya mengandung sekitar 11 gram karbohidrat dan 1,5 gram serat. Kandungan serat tersebut membantu memperlambat proses pencernaan, sehingga turut menjaga kadar gula darah tetap terkontrol. Beberapa penelitian terbatas pada hewan maupun manusia bahkan menunjukkan bahwa konsumsi timun atau ekstraknya berpotensi memberi manfaat bagi kadar insulin, kolesterol, trigliserida, dan tekanan darah.
Sebagai contoh, sebuah uji klinis yang dipublikasikan pada 2016 melibatkan 47 pasien dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang sedikit meningkat, dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi kapsul harian berisi ekstrak biji mentimun, sementara kelompok lainnya diberikan plasebo. Setelah enam minggu, kelompok yang mengonsumsi ekstrak mentimun menunjukkan peningkatan kadar kolesterol darah dibandingkan kelompok plasebo. Dong menyebut hasil studi tersebut menjanjikan, meski sifatnya masih bersifat pendahuluan dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dari segi rasa, tekstur renyah dan rasa lembut timun menjadikannya pelengkap sekaligus pengganti yang baik untuk berbagai jenis makanan. Irisan atau potongan timun dapat menjadi alternatif camilan yang lebih sehat dibanding produk olahan seperti keripik atau biskuit, sekaligus dapat dipadukan dengan saus kacang maupun hummus yang kaya serat. Koki asal New York, Isaac Bernal, turut menyebut bahwa timun mampu membuat hidangan terasa lebih ringan dan segar dengan menambah volume makanan tanpa menambah banyak kalori.
Selain dikonsumsi langsung, acar fermentasi berbahan mentimun yang direndam air garam juga dipercaya mendorong pertumbuhan bakteri baik dalam tubuh, sehingga berpotensi memberi manfaat kesehatan tambahan. Profesor madya nutrisi dan dietetika di Universitas South Florida, Heewon L. Gray, menjelaskan bahwa makanan fermentasi umumnya dikaitkan dengan penurunan peradangan serta kesehatan usus yang lebih baik. Ia menambahkan, acar biasa yang dipasteurisasi atau dibuat menggunakan cuka juga bisa menjadi camilan sehat, meski acar fermentasi biasanya dapat dikenali lewat label seperti fermentasi, probiotik, atau kultur hidup, serta tidak mengandung cuka dalam komposisinya, dan umumnya ditemukan di bagian pendingin toko bahan makanan.
Gray turut mengingatkan bahwa baik acar fermentasi maupun acar biasa umumnya memiliki rasa asin. Sebagai gambaran, satu potong acar dill mengandung sekitar 326 miligram natrium, atau setara 14 persen dari batas asupan harian yang direkomendasikan, sehingga tetap perlu diperhatikan jumlah konsumsinya.
Editor : ALengkongSumber : https://www.antaranews.com/berita/5677375/pengaruh-makan-timun-terhadap-kesehatan-tubuh