Tips Perawatan Kulit yang Perlu Dikemas untuk Lindungi Kulit Saat Liburan

ALengkong • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi penerapan suncreen sebagai salah satu contoh perawatan kulit (doc: Freepik)
Ilustrasi penerapan suncreen sebagai salah satu contoh perawatan kulit (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Berlibur ke wilayah dengan suhu dan iklim yang berbeda dari tempat tinggal dapat membuat kulit menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi, iritasi, hingga jerawat. Solusinya bukanlah dengan membawa lebih banyak produk atau mencoba produk baru, melainkan tetap menggunakan produk yang biasa dipakai dengan langkah perawatan yang lebih sederhana.

Direktur Medis The Skin Longevity Clinic, Dr. Rachel Ho, dalam siaran Channel News Asia, Selasa (28/7), menjelaskan bahwa keluar dari rutinitas perawatan kulit dengan mencoba produk baru justru dapat membuat kulit menjadi stres, akibat perubahan pada lapisan pelindung kulit selama perjalanan. Kondisi ini berpotensi memperparah iritasi atau alergi yang mungkin dialami, karena proses pemulihan kulit menjadi terganggu.

Salah satu langkah yang bisa diterapkan adalah membawa produk perawatan kulit dalam ukuran travel atau sampel, alih-alih produk ukuran penuh. Berbeda dari produk yang dipindahkan ke wadah lebih kecil secara manual, produk ukuran travel yang dikemas secara profesional cenderung tidak mengurangi stabilitas maupun efektivitasnya. Bagi yang bepergian dengan aktivitas ringan, langkah perawatan kulit juga bisa disederhanakan dengan meninggalkan produk yang kurang esensial, seperti eksfolian, toner, dan sebagian besar serum. Sebagai gantinya, cukup bawa pembersih untuk menghilangkan kotoran dan keringat, tabir surya berspektrum luas dengan formula melembapkan, serta pelembap untuk memperkuat lapisan pelindung kulit dan mengunci kelembapan. Ketiga produk ini sudah cukup menjadi dasar rutinitas perawatan kulit selama perjalanan.

Rachel Ho menambahkan bahwa kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, karena perbedaan suhu dan kelembapan turut memengaruhi bagaimana kulit bereaksi. Udara dingin dan kering, ditambah paparan pemanas ruangan, dapat membuat kulit terasa kencang, mengelupas, dan gatal, sementara cuaca panas dan lembap justru sering memicu produksi minyak berlebih, pori-pori tersumbat, dan munculnya jerawat.

Bagi yang berlibur ke daerah dingin, kering, atau berangin, disarankan memilih krim yang lebih kaya dengan kandungan emolien dan oklusif guna memperkuat lapisan pelindung kulit sekaligus mencegah hilangnya kelembapan. Sebaliknya, untuk iklim panas dan lembap, krim yang berat justru dapat terasa tidak nyaman dan memicu penyumbatan pori-pori, sehingga lebih baik memilih lotion atau pelembap gel ringan yang tetap menghidrasi tanpa membuat kulit terasa berat. Sementara itu, untuk destinasi beriklim gurun, disarankan memilih pelembap yang mengandung bahan penghidrasi seperti asam hialuronat, ceramide, dan faktor pelembap alami, guna mengisi kembali kelembapan tanpa terasa terlalu berat. Adapun untuk destinasi dataran tinggi, penggunaan tabir surya berspektrum luas menjadi sangat penting, disertai pelembap yang lebih kaya untuk meminimalkan kehilangan kelembapan akibat udara tipis dan kering serta angin kencang.

Sebagai tambahan, Rachel Ho juga menyarankan untuk membawa penyegar wajah maupun masker, mengingat kelembapan kabin pesawat yang rendah dapat membuat kulit mulai mengalami dehidrasi bahkan sebelum tiba di tujuan. Penyegar wajah yang mengandung humektan dan emolien dapat memberikan tambahan hidrasi secara cepat sekaligus membantu mengurangi kehilangan kelembapan selama penerbangan, sementara masker dapat memberikan efek menenangkan setelah penerbangan panjang atau seharian berada di cuaca yang kurang bersahabat.

Editor : ALengkong
#skincare #perawatan kulit #perlengkapan liburan