Mata Juling Bisa Mengganggu Penglihatan, Kenali Dampaknya pada Mata

ALengkong • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:02 WIB

 

Ilustrasi mata juling
Ilustrasi mata juling

MANADOPOST.ID - Mata juling atau strabismus merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar sehingga tidak mengarah pada objek yang sama secara bersamaan. Kondisi ini dapat memengaruhi koordinasi kedua mata dan berdampak pada fungsi penglihatan seseorang.

Dalam kondisi normal, kedua mata bekerja secara terkoordinasi untuk melihat satu objek. Namun, pada seseorang yang mengalami strabismus, satu mata dapat tetap mengarah ke objek, sementara mata lainnya bergerak ke arah berbeda, seperti ke dalam, ke luar, ke atas, atau ke bawah.

Ketidaksejajaran tersebut membuat masing-masing mata dapat mengirimkan gambar yang berbeda ke otak. Kondisi ini dapat mengganggu proses pengolahan informasi visual dan memengaruhi cara seseorang melihat objek di sekitarnya.

Salah satu gangguan yang dapat muncul adalah penglihatan ganda atau diplopia. Kondisi ini terutama dapat terjadi ketika mata juling muncul secara tiba-tiba karena kedua mata tidak berada pada posisi yang sama saat melihat sebuah objek.

Pada anak-anak, sistem penglihatan dapat beradaptasi dengan kondisi tersebut. Ketika menerima gambar yang berbeda dari kedua mata, otak dapat mengabaikan gambar yang berasal dari mata yang tidak sejajar untuk mencegah terjadinya penglihatan ganda.

Proses tersebut dapat menyebabkan mata yang tidak digunakan secara optimal mengalami penurunan fungsi penglihatan. Kondisi penurunan kemampuan melihat pada salah satu mata ini dikenal sebagai ambliopia atau mata malas.

Mata juling juga dapat mengganggu kemampuan memperoleh penglihatan binokular. Fungsi tersebut memungkinkan kedua mata bekerja bersama untuk menghasilkan persepsi kedalaman atau kemampuan melihat objek secara tiga dimensi.

Gangguan persepsi kedalaman dapat membuat seseorang mengalami kesulitan dalam memperkirakan jarak suatu objek. Karena itu, dampak strabismus tidak hanya terlihat dari posisi mata, tetapi juga dapat berkaitan dengan fungsi penglihatan.

Strabismus dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Penyimpangan posisi mata dapat berupa arah ke dalam, ke luar, ke atas, ataupun ke bawah, bergantung pada jenis strabismus yang dialami.

Strabismus pada orang dewasa yang muncul secara tiba-tiba perlu mendapat perhatian karena dapat disertai penglihatan ganda. Kondisi ini berbeda dengan anak kecil yang dapat mengembangkan mekanisme otak untuk mengabaikan gambar dari mata yang tidak sejajar.

Selain penglihatan ganda, strabismus juga dapat disertai keluhan lain, seperti penglihatan buram, sakit kepala, mata mudah lelah, serta rasa tidak nyaman ketika menggunakan mata dalam waktu lama.

Gangguan penglihatan akibat mata juling juga dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari. Ketika kemampuan melihat objek, memperkirakan jarak, atau menggunakan kedua mata secara bersamaan terganggu, aktivitas yang membutuhkan fungsi visual dapat menjadi lebih sulit.

Penyebab strabismus berkaitan dengan gangguan koordinasi atau fungsi yang mengatur pergerakan bola mata. Faktor yang berhubungan dengan kondisi tersebut dapat berbeda antara anak-anak dan orang dewasa sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Pada anak, mata juling perlu mendapat perhatian karena sistem penglihatan masih dalam tahap perkembangan. Gangguan yang tidak ditangani dapat memengaruhi perkembangan fungsi penglihatan dan meningkatkan risiko terjadinya ambliopia.

Karena itu, mata yang tampak tidak sejajar sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai persoalan penampilan. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan fungsi penglihatan serta kemampuan kedua mata untuk bekerja secara bersamaan.

Pemeriksaan mata diperlukan untuk menilai kondisi strabismus dan mengetahui gangguan penglihatan yang menyertainya. Penanganan dapat disesuaikan dengan jenis serta penyebab mata juling yang ditemukan melalui pemeriksaan.

Penanganan mata juling dapat mencakup penggunaan kacamata atau lensa tertentu, latihan mata, penggunaan lensa prisma, hingga tindakan medis pada kondisi tertentu. Pilihan terapi bergantung pada kondisi masing-masing pasien.

Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi penting, terutama pada anak, karena gangguan penglihatan selama masa perkembangan dapat memengaruhi fungsi penglihatan dalam jangka panjang. Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu menentukan kondisi serta penanganan yang sesuai.

 

Editor : ALengkong
penglihatan kesehatan mata Strabismus mata juling