Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Konsumsi Kopi untuk Kesehatan Ginjal

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:41 WIB
Ilustrasi kopi (doc: Freepik)
Ilustrasi kopi (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Ginjal merupakan organ penting yang berperan menyaring kotoran dan cairan, sekaligus menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh. Salah satu cara menjaga ginjal tetap sehat adalah dengan banyak minum cairan, guna mencegah kerusakan ginjal yang berpotensi memicu penyakit ginjal kronis (CKD), yaitu hilangnya fungsi ginjal secara progresif yang mungkin memerlukan perawatan seperti dialisis untuk menggantikan peran ginjal. Meski begitu, jenis cairan yang dikonsumsi tetap perlu diperhatikan, termasuk kopi yang kini banyak dikonsumsi masyarakat. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa yang sehat dapat menikmati hingga 400 miligram kafein, atau setara sekitar empat cangkir kopi per hari.

Menanggapi hal itu, ahli gizi dialisis Sara Prato, M.S., RDN, CSR, menjelaskan bahwa sejumlah bukti penelitian menunjukkan asupan kopi moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir berukuran 8 ons per hari, aman bagi sebagian besar penderita penyakit ginjal kronis, bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal. Menurutnya, jumlah yang tepat bagi setiap individu dapat bervariasi tergantung faktor seperti tekanan darah, sensitivitas terhadap kafein, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Ia menambahkan, kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi. Menurutnya, banyak manfaat tersebut berasal dari senyawa alami kopi, bukan semata dari kafein, sehingga kopi tanpa kafein pun dapat memberikan manfaat serupa dengan kandungan kafein yang jauh lebih rendah.

Sejumlah penelitian lain menyebut bahwa minum kopi dapat membantu menurunkan risiko CKD. Ahli gizi terdaftar yang berspesialisasi dalam pencegahan batu ginjal, Melanie Betz, M.S., RD, CSR, FNKF, FAND, menyampaikan bahwa sebuah meta-analisis menemukan orang yang minum dua cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal. Menurutnya, hal ini kemungkinan berkaitan dengan senyawa bermanfaat dalam kopi yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif. Bagi penderita penyakit ginjal, ia menyebut konsumsi kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urine, dan kematian.

Prato menambahkan bahwa konsumsi kopi secara teratur juga dapat dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena batu ginjal, karena kopi membantu meningkatkan volume urine, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum sempat membentuk kristal. Kafein di dalamnya juga turut meningkatkan produksi urine, yang berkontribusi terhadap efek perlindungan tersebut. Secara umum, baik Betz maupun Prato merekomendasikan untuk tetap terhidrasi guna mencegah batu ginjal, mengingat kopi turut menyumbang cairan yang membantu mengencerkan urine dan mengurangi risiko pembentukan berbagai jenis batu ginjal.

Meski demikian, keduanya mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi kopi, karena kafein di dalamnya dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi pada akhirnya dapat memicu penyakit ginjal akibat penyempitan pembuluh darah menuju ginjal, yang menciptakan siklus yang mengganggu kemampuan tubuh membuang limbah dengan baik sekaligus meningkatkan tekanan darah akibat kelebihan cairan. Hubungan antara asupan kafein dan hipertensi sendiri masih diperdebatkan, karena sebagian penelitian menemukan kopi dapat mengurangi risiko hipertensi, sementara penelitian lain menunjukkan sebaliknya. Meski begitu, mereka yang sudah menderita hipertensi disarankan lebih berhati-hati saat menambahkan kafein ke dalam pola makan hariannya.

Menurut Betz, konsumsi kafein yang lebih banyak dapat meningkatkan tekanan darah, yang pada akhirnya dapat merusak ginjal secara langsung. Ketika tekanan darah sudah tinggi atau mendekati ambang batas tinggi, bahkan peningkatan kecil pun dapat menjadi perhatian. Prato menambahkan, bagi yang memiliki tekanan darah tinggi tak terkontrol, sebaiknya membatasi konsumsi kopi berkafein menjadi satu hingga dua cangkir per hari sekaligus memantau tekanan darah secara berkala, mengingat jumlah kafein yang besar dalam sekali konsumsi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu.

Editor : ALengkong
#kopi #teh #kafein