MANADOPOST.ID - Keramas menggunakan sabun mandi ketika sampo tidak tersedia mungkin terasa praktis, tetapi kebiasaan tersebut tidak disarankan dilakukan secara rutin. Penggunaan sabun mandi terus-menerus dapat membuat rambut lebih kering, kusut, kusam, dan mudah patah.
Masalah utama penggunaan sabun mandi untuk rambut berkaitan dengan perbedaan tingkat keasaman atau pH. Kulit kepala secara alami berada dalam kondisi agak asam, sedangkan sebagian besar sabun mandi memiliki sifat basa.
Dermatolog Dr. Sandeep Mahapatra menjelaskan bahwa kulit kepala umumnya memiliki pH sekitar 4,5 hingga 5,5. Sementara itu, sabun mandi biasa memiliki pH sekitar 9 hingga 10 sehingga karakteristiknya berbeda dengan kebutuhan rambut.
Perbedaan pH tersebut dapat memengaruhi kutikula, yaitu lapisan terluar batang rambut. Kondisi yang terlalu basa dapat membuat kutikula terangkat sehingga permukaan rambut menjadi lebih kasar dan rentan mengalami kerusakan.
Ketika kutikula rambut menjadi lebih kasar, helaian rambut juga dapat lebih mudah saling tersangkut. Kondisi tersebut membuat rambut lebih sulit diatur dan meningkatkan risiko rambut patah ketika disisir atau mendapatkan tarikan.
Penggunaan sabun mandi secara rutin juga dapat mengangkat lebih banyak minyak alami dari kulit kepala dan batang rambut. Hilangnya minyak alami tersebut dapat membuat rambut terasa lebih kering, mengembang, dan kehilangan kelembapan.
Permukaan kutikula yang tidak lagi rata juga dapat memengaruhi tampilan rambut. Rambut dengan kutikula yang lebih kasar dapat memantulkan cahaya secara tidak merata sehingga terlihat lebih kusam dibandingkan kondisi rambut yang permukaannya lebih halus.
Risiko tersebut perlu lebih diperhatikan pada rambut yang sudah diwarnai atau menjalani perawatan kimia. Kutikula yang terbuka dapat membuat molekul pewarna lebih mudah keluar sehingga warna rambut berpotensi lebih cepat mengalami pemudaran.
Dampak penggunaan sabun mandi juga tidak hanya berkaitan dengan batang rambut. Produk dengan sifat basa dapat mengganggu keseimbangan alami kulit kepala dan berpotensi memengaruhi kondisi mikrobioma pada area tersebut.
Pada sebagian orang, perubahan tersebut dapat disertai rasa gatal, kulit mengelupas, atau munculnya ketombe. Orang dengan kulit kepala sensitif perlu lebih berhati-hati karena respons terhadap produk pembersih dapat berbeda pada setiap individu.
Panjang rambut juga dapat memengaruhi tingkat paparan terhadap produk yang digunakan. Rambut yang lebih panjang memiliki bagian batang yang lebih banyak sehingga seluruh permukaannya dapat lebih sering terkena sabun ketika digunakan sebagai pengganti sampo.
Kondisi air juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Air dengan tingkat kesadahan tinggi dapat berinteraksi dengan sabun dan meninggalkan residu pada rambut maupun kulit kepala sehingga membuat rambut terasa kurang nyaman.
Meski demikian, penggunaan sabun mandi satu kali dalam keadaan tertentu tidak serta-merta menyebabkan kerusakan rambut permanen. Risiko yang lebih besar muncul ketika sabun digunakan secara rutin dan konsisten sebagai pengganti sampo.
Tidak semua produk berbentuk batang juga memiliki fungsi yang sama. Shampoo bar, misalnya, memang dirancang khusus untuk rambut sehingga formulasi dan tingkat pH-nya berbeda dengan sabun mandi biasa.
Shampoo bar umumnya memiliki rentang pH sekitar 4,5 hingga 6,5 sehingga lebih mendekati kondisi alami kulit kepala. Karena itu, bentuk batang bukan menjadi penentu utama keamanan produk, melainkan formulasi dan kandungan yang dirancang untuk rambut.
Pemilihan produk pembersih rambut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala. Produk yang dirancang khusus untuk rambut dapat membantu membersihkan tanpa memberikan efek yang sama seperti sabun mandi dengan karakteristik pH yang lebih basa.
Perawatan juga perlu mempertimbangkan kondisi khusus seperti rambut yang diwarnai, rambut panjang, atau kulit kepala yang sensitif. Penggunaan produk yang sesuai dapat membantu menjaga kondisi batang rambut sekaligus mengurangi risiko iritasi pada kulit kepala.
Dengan demikian, sabun mandi sebaiknya tidak dijadikan pengganti sampo untuk penggunaan sehari-hari. Jika sampo sedang tidak tersedia, penggunaan sesekali tidak berarti rambut akan langsung mengalami kerusakan permanen, tetapi kebiasaan tersebut sebaiknya tidak diteruskan.
Memilih produk yang memang diformulasikan untuk rambut menjadi langkah yang lebih aman dalam menjaga kesehatan rambut. Perhatian terhadap pH, kondisi kulit kepala, serta karakteristik rambut dapat membantu menentukan produk pembersih yang sesuai.
Editor : ALengkong