MANADOPOST.ID-- Poltekkes Kemenkes Manado melalui tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Jurusan Gizi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk Edukasi dan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi Pekerja Informal UMKM Makanan dan Minuman di Kelurahan Perkamil dan Melendeng, Kecamatan Paal Dua.
Ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) tersebut, digelar Senin (24/8) mulai pukul 08.30 WITA, di Ruang Pertemuan Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado.
Dihadiri perwakilan Kecamatan Paal Dua, perwakilan Kelurahan Perkamil dan Melendeng, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan, tim dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Jurusan Gizi, serta pekerja UMKM makanan dan minuman sebagai peserta kegiatan.
Kegiatan Pengabmas ini juga melibatkan mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan dan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Manado.
Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Paal Dua, Dicky Mokodaser, pun menyambut baik pelaksanaan kegiatan Pengabmas tersebut.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Manado ini. Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu kali, tetapi dapat menjadi program yang berkesinambungan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat,” ujar Dicky.
Sementara itu, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Manado mengatakan bahwa kegiatan Pengabmas merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui program yang memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari Tridharma Perguruan Tinggi. Ilmu pengetahuan dan hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan dapat diterapkan melalui program nyata yang menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ketua Tim Pengabmas, Dr. Semuel Layuk, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan masih tingginya risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja informal.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa 73 persen pekerja informal masih melakukan tindakan tidak aman atau unsafe action saat bekerja. Sebanyak 100 persen tidak menggunakan alat keselamatan standar, 63,3 persen belum pernah terpapar informasi K3, dan 57,3 persen pernah mengalami kecelakaan kerja dalam satu tahun terakhir,” terang Semuel.
Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa penerapan K3 tidak hanya penting bagi pekerja di perusahaan besar atau sektor formal, tetapi juga sangat dibutuhkan oleh pekerja sektor informal, termasuk pelaku UMKM makanan dan minuman.
Selain persoalan keselamatan kerja, hasil survei awal terhadap enam UMKM makanan dan minuman di Kelurahan Melendeng juga menemukan praktik pengolahan makanan yang belum sepenuhnya memenuhi prinsip sehat dan higienis. Beberapa kondisi yang ditemukan antara lain pekerja belum mencuci tangan sebelum mengolah makanan, lingkungan pengolahan makanan yang kurang bersih atau berdekatan dengan tempat sampah, makanan dibiarkan terbuka dalam waktu lama, serta tempat memasak yang berasap, pengap, dan memiliki ventilasi kurang baik.
Atas dasar itu, Tim Pengabmas Poltekkes Kemenkes Manado memberikan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja UMKM mengenai K3, terutama dalam mengenali bahaya dan mencegah tindakan tidak aman saat bekerja.
30 pekerja yang mewakili UMKM makanan dan minuman memperoleh edukasi dan simulasi, peserta juga mendapatkan seperangkat alat keselamatan kerja untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya ingin meningkatkan pengetahuan peserta tentang K3. Hal yang lebih penting adalah adanya perubahan perilaku dalam bekerja. Pekerja diharapkan mampu mengenali bahaya, mengurangi tindakan tidak aman, menggunakan alat keselamatan dengan benar, serta menjaga higiene dalam proses pengolahan makanan,” tandas Semuel.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja UMKM dalam melakukan pencegahan tindakan tidak aman, sekaligus membangun kebiasaan menggunakan alat keselamatan kerja sesuai dengan risiko yang dihadapi.
Pada aspek higiene pangan, peserta diharapkan mampu menerapkan pengolahan makanan yang lebih sehat dan higienis, mulai dari menjaga kebersihan diri, peralatan dan lingkungan kerja, melindungi makanan dari kontaminasi, hingga menciptakan kondisi tempat pengolahan makanan yang lebih aman dan sehat.
Keterlibatan pemerintah kecamatan dan kelurahan dalam kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi antara Poltekkes Kemenkes Manado, pemerintah setempat, dan pelaku UMKM dalam meningkatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan pekerja informal.
Keterlibatan mahasiswa juga diharapkan memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman sekaligus menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja di masyarakat. (Asyer Rokot)
Editor : Asyer Rokot