MANADOPOSTID - Mengonsumsi lebih banyak makanan berbahan nabati dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kesehatan jantung. Pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Salah satu pola makan yang mendapat perhatian adalah Planetary Health Diet. Pola ini mengutamakan makanan nabati, sekaligus membatasi konsumsi daging merah dan olahan, biji-bijian olahan, serta gula tambahan. Asupan ikan, unggas, telur, produk susu, dan lemak tertentu juga dikonsumsi secara lebih terbatas.
Dalam sebuah studi yang melibatkan hampir 67.000 perempuan pascamenopause, peserta yang pola makannya paling mendekati Planetary Health Diet memiliki risiko penyakit kardiovaskular 28 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang paling sedikit mengikuti pola tersebut. Para peserta dipantau selama sekitar 20 tahun.
Pola makan yang banyak mengandung bahan nabati juga dikaitkan dengan sejumlah faktor yang berhubungan dengan kesehatan jantung, seperti kadar kolesterol, tekanan darah, dan peradangan. Kandungan serat yang tinggi dalam makanan nabati menjadi salah satu alasan pola makan ini dinilai dapat mendukung kesehatan jantung.
Meski demikian, temuan tersebut masih memiliki keterbatasan. Studi yang menjadi dasar hasil tersebut belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah melalui proses penelaahan sejawat dan menggunakan data konsumsi makanan yang dilaporkan sendiri oleh peserta. Karena itu, hasilnya belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa pola makan tersebut secara langsung mencegah penyakit jantung.
Bagi yang ingin mencoba pola makan lebih banyak bahan nabati, perubahan tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah sederhana seperti mengganti sereal dengan oatmeal, menggunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega, atau memilih satu hari tanpa konsumsi daging setiap minggu dapat menjadi awal.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung tidak harus dilakukan dengan mengubah seluruh pola makan dalam waktu singkat. Menambah porsi sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh secara bertahap dapat menjadi pilihan yang lebih realistis untuk membangun kebiasaan makan yang sehat.
Editor : ALengkong