MANADOPOST.ID -
Duduk bersila saat bekerja memang terasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi mempertahankan satu posisi dalam waktu lama dapat membuat pinggul terasa kaku. Keluhan tersebut berkaitan dengan berkurangnya gerakan sendi dan otot selama duduk.
Posisi bersila membutuhkan gerakan rotasi pada sendi pinggul. Jika posisi tersebut dipertahankan terlalu lama, terutama tanpa diselingi perubahan posisi, beberapa otot dan jaringan di sekitar pinggul dapat mengalami ketegangan.
Kekakuan pinggul juga dapat terasa setelah seseorang berdiri dari kursi atau berpindah posisi setelah bekerja selama berjam-jam. Karena itu, kebiasaan bergerak secara berkala menjadi bagian penting untuk menjaga kenyamanan tubuh.
Cara pertama untuk mencegah pinggul kaku adalah menghindari posisi yang sama dalam waktu terlalu lama. Duduk bersila sesekali bukan berarti harus sepenuhnya dihindari, tetapi posisi sebaiknya diubah secara berkala.
Saat bekerja, seseorang dapat bergantian antara posisi duduk dengan kedua telapak kaki menapak lantai dan posisi lainnya yang tetap nyaman. Perubahan sederhana tersebut membantu mengurangi beban akibat mempertahankan satu posisi secara terus-menerus.
Posisi kursi juga perlu diperhatikan agar kaki dapat bertumpu dengan baik. Kaki yang menggantung atau tidak mendapatkan dukungan dapat membuat seseorang mencari posisi alternatif, termasuk menyilangkan kaki untuk mendapatkan kestabilan.
Cara kedua adalah menyempatkan diri untuk berdiri dan bergerak selama bekerja. Berjalan sebentar atau melakukan gerakan ringan dapat membantu tubuh keluar dari posisi duduk statis yang berlangsung terlalu lama.
Peregangan ringan dapat dilakukan di sela pekerjaan tanpa membutuhkan peralatan khusus. Gerakan yang melibatkan fleksor pinggul, bokong, paha, dan area sekitar panggul dapat membantu mempertahankan mobilitas tubuh.
Salah satu pilihan adalah melakukan peregangan fleksor pinggul dengan posisi berlutut. Gerakan tersebut dapat dilakukan secara perlahan dengan menjaga panggul tetap stabil dan tidak memaksakan rentang gerak.
Gerakan lain yang dapat dilakukan adalah peregangan figure-four untuk membantu area pinggul dan bokong. Peregangan semacam ini dapat dilakukan dalam posisi duduk atau berbaring sesuai kemampuan dan kenyamanan masing-masing.
Cara ketiga adalah menjaga aktivitas fisik secara rutin di luar waktu bekerja. Tubuh membutuhkan variasi gerakan agar sendi dan otot tidak terus berada dalam posisi yang sama sepanjang hari.
Latihan mobilitas pinggul juga dapat menjadi pilihan untuk mempertahankan rentang gerak. Gerakan rotasi seperti 90/90 dapat melatih rotasi internal dan eksternal pinggul, meskipun intensitasnya perlu disesuaikan dengan kemampuan tubuh.
Selain latihan mobilitas, aktivitas seperti berjalan kaki dapat membantu mengurangi waktu yang dihabiskan dalam posisi duduk. Kebiasaan sederhana tersebut dapat diterapkan sebagai bagian dari rutinitas kerja sehari-hari.
Duduk bersila sendiri tidak selalu menjadi masalah bagi setiap orang. Keluhan biasanya lebih berkaitan dengan durasi mempertahankan posisi, frekuensi perubahan posisi, serta kondisi fleksibilitas dan mobilitas masing-masing individu.
Karena itu, seseorang tidak perlu langsung menghindari duduk bersila sepenuhnya apabila posisi tersebut terasa nyaman. Yang lebih penting adalah tidak menjadikannya satu-satunya posisi selama bekerja dan tetap memberikan kesempatan tubuh untuk bergerak.
Jika pinggul sudah terasa kaku, gerakan sebaiknya dilakukan secara perlahan tanpa memaksakan tubuh mencapai rentang tertentu. Rasa sakit yang muncul saat melakukan gerakan merupakan tanda untuk mengurangi intensitas atau menghentikan gerakan.
Keluhan yang terus berlangsung atau disertai nyeri dapat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi seperti keterbatasan gerak, cedera, atau masalah pada sendi dapat memiliki penyebab yang berbeda sehingga penanganannya tidak selalu sama.
Pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer juga sebaiknya memperhatikan pengaturan meja dan kursi. Posisi kerja yang mendukung kaki, panggul, punggung, dan leher dapat membantu tubuh tetap nyaman selama bekerja.
Mengatur jeda secara teratur dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk mencegah tubuh terlalu lama berada dalam posisi statis. Jeda tersebut tidak harus panjang karena berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan sudah memberikan variasi gerakan.
Pada akhirnya, menjaga pinggul tetap nyaman bukan berarti harus menghindari posisi duduk bersila sepenuhnya. Mengubah posisi, bergerak secara berkala, dan menjaga mobilitas pinggul dapat membantu mengurangi risiko kekakuan selama bekerja.
Editor : ALengkong