MANADOPOSTID - Paparan abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar wilayah terdampak erupsi, tetapi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan. Risiko tersebut perlu mendapat perhatian khusus pada orang yang sebelumnya telah memiliki gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Abu vulkanik dapat mengandung partikel berukuran sangat kecil yang mampu masuk ke dalam saluran pernapasan ketika terhirup. Semakin kecil ukuran partikelnya, semakin jauh pula partikel tersebut dapat menembus sistem pernapasan dan berpotensi menimbulkan gangguan pada paru-paru.
Partikel dengan ukuran sekitar 5 hingga 10 mikron dapat mencapai saluran pernapasan bagian atas. Sementara itu, partikel berukuran sekitar 3 hingga 5 mikron mampu masuk lebih jauh ke bagian tengah saluran pernapasan. Partikel yang lebih kecil, sekitar 1 hingga 3 mikron, memiliki risiko lebih besar bagi orang yang telah menderita penyakit paru.
Partikel yang sangat halus bahkan dapat mencapai alveolus, yaitu bagian paru-paru yang berperan penting dalam proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Apabila partikel tersebut masuk dan mengganggu fungsi alveolus, proses distribusi oksigen dalam tubuh juga dapat terdampak sehingga seseorang dapat mengalami kesulitan bernapas dan melakukan aktivitas.
Dampaknya dapat menjadi lebih serius pada penderita asma maupun PPOK. Paparan debu berpotensi memicu eksaserbasi, yaitu kondisi ketika gejala penyakit pernapasan memburuk secara tiba-tiba. Dalam kondisi tertentu, serangan yang berat dapat menimbulkan konsekuensi serius dan membutuhkan pertolongan medis.
Risiko juga perlu diperhatikan oleh penderita tuberkulosis dan orang dengan gangguan paru lainnya. Mereka pada dasarnya telah memiliki kondisi pernapasan yang tidak seoptimal orang sehat sehingga tambahan paparan partikel halus dapat semakin membebani sistem pernapasan.
Untuk mengurangi risiko, penderita penyakit pernapasan disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika wilayah tempat tinggalnya terdampak abu vulkanik. Apabila harus keluar rumah, penggunaan masker N95 dapat membantu mengurangi paparan partikel halus yang terhirup melalui hidung dan mulut.
Penderita asma dan PPOK juga sebaiknya memastikan obat yang biasa digunakan tetap tersedia selama kondisi lingkungan terdampak abu vulkanik. Jika mulai muncul gejala gangguan pernapasan, obat dapat digunakan sesuai petunjuk dokter atau rencana pengobatan yang telah diberikan. Segera mencari pertolongan medis penting dilakukan apabila muncul sesak berat atau kondisi memburuk.
Editor : ALengkong