Konsumsi Jamur Berpotensi Mendukung Kesehatan Otak dan Suasana Hati

ALengkong • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB
Ilustrasi jamur (doc: Freepik)
Ilustrasi jamur (doc: Freepik)

MANADOPOSTID - Jamur bukan hanya menjadi bahan makanan yang mudah diolah dalam berbagai hidangan, tetapi juga memiliki kandungan nutrisi yang berpotensi mendukung kesehatan otak. Salah satu kandungan yang menarik perhatian adalah ergothioneine, yaitu asam amino dengan sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Ergothioneine dinilai memiliki potensi dalam membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif dan peradangan. Kedua kondisi tersebut diketahui berkaitan dengan berbagai proses yang dapat memengaruhi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara kadar ergothioneine dalam tubuh dan kemampuan kognitif. Kadar ergothioneine yang lebih rendah dalam darah dikaitkan dengan hasil tes memori dan fungsi kognitif yang lebih buruk. Orang dengan demensia juga dilaporkan memiliki kadar senyawa tersebut lebih rendah dibandingkan individu dengan kondisi kognitif yang sehat.

Konsumsi jamur secara rutin turut dikaitkan dengan kondisi kognitif yang lebih baik. Sebuah penelitian di Jepang menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi setidaknya 15 gram jamur per hari memiliki risiko demensia lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Penelitian jangka panjang di Inggris juga menemukan hubungan antara konsumsi jamur secara rutin dan performa kognitif yang lebih baik.

Salah satu jenis yang banyak diteliti adalah lion's mane atau jamur surai singa. Jamur ini mengandung senyawa erinacine dan hericenone yang dapat memengaruhi jalur yang berkaitan dengan pertumbuhan dan pemeliharaan neuron. Meski hasil penelitian laboratorium menunjukkan potensi yang menarik, mekanisme dan manfaat yang sama belum dapat dipastikan sepenuhnya terjadi pada manusia.

Manfaat jamur juga sedang dipelajari dalam kaitannya dengan kesehatan mental. Analisis terhadap lebih dari 24.000 orang dewasa di Amerika Serikat menemukan bahwa orang yang mengonsumsi jamur memiliki kemungkinan mengalami depresi yang lebih rendah. Namun, bukti ilmiah mengenai hubungan jamur dengan suasana hati masih beragam sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.

Selain senyawa khusus tersebut, jamur menyediakan sejumlah vitamin B yang dibutuhkan tubuh. Beberapa varietas jamur yang mendapatkan paparan sinar ultraviolet juga dapat menjadi sumber vitamin D. Kandungan nutrisi yang berbeda pada setiap jenis jamur membuatnya dapat menjadi salah satu pilihan makanan untuk melengkapi pola makan yang beragam.

Meski memiliki potensi manfaat, konsumsi jamur sebaiknya tidak dianggap sebagai cara tunggal untuk mencegah demensia maupun mengatasi gangguan suasana hati. Menjadikan jamur sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang dapat menjadi pilihan, sementara manfaatnya terhadap kesehatan otak tetap perlu dilihat bersama faktor lain seperti aktivitas fisik, kualitas tidur, dan pola hidup secara keseluruhan.

Editor : ALengkong
#hidup sehat #kesehatan otak #manfaat jamur