MANADOPOST.ID - Berjalan tanpa alas kaki di tanah atau rumput, yang dikenal sebagai grounding atau earthing, kembali ramai dibicarakan karena diklaim dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Salah satu klaim yang beredar adalah aktivitas tersebut dapat membantu tubuh melawan virus.
Grounding dilakukan dengan membuat kontak langsung antara kulit dan permukaan bumi. Aktivitas ini biasanya dilakukan dengan berjalan atau berdiri tanpa alas kaki di atas tanah, rumput, pasir, maupun permukaan alami lainnya.
Praktik tersebut didasarkan pada gagasan bahwa kontak langsung dengan bumi memungkinkan tubuh berinteraksi dengan elektron dari permukaan bumi. Konsep ini kemudian dikaitkan dengan berbagai kemungkinan efek terhadap kondisi tubuh.
Namun, klaim bahwa grounding dapat mencegah seseorang tertular virus belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Belum ada dasar yang cukup untuk menjadikan berjalan tanpa alas kaki sebagai metode pencegahan infeksi virus.
Dengan demikian, grounding tidak dapat menggantikan langkah pencegahan infeksi yang sudah terbukti. Menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan sumber penularan, dan mengikuti anjuran kesehatan tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit.
Grounding sendiri bukan aktivitas yang secara otomatis berbahaya apabila dilakukan pada tempat yang aman. Berjalan tanpa alas kaki di permukaan alami dapat menjadi aktivitas luar ruangan yang membuat seseorang lebih banyak bergerak dan berinteraksi dengan lingkungan.
Sejumlah penelitian mengenai grounding memang telah mengeksplorasi kemungkinan manfaatnya terhadap kondisi kesehatan. Namun, kualitas penelitian yang tersedia masih menjadi perhatian sehingga hasilnya belum cukup untuk memastikan berbagai klaim kesehatan yang beredar.
Beberapa manfaat yang pernah dikaitkan dengan grounding antara lain perubahan suasana hati, rasa nyeri, kualitas tidur, energi, serta kondisi setelah aktivitas fisik. Akan tetapi, temuan tersebut masih membutuhkan penelitian dengan metode dan jumlah peserta yang lebih kuat.
Klaim mengenai kekebalan tubuh juga perlu dibedakan dari fakta bahwa berada di luar ruangan dan melakukan aktivitas fisik dapat memberikan manfaat tersendiri. Efek positif yang dirasakan seseorang belum tentu secara langsung disebabkan oleh perpindahan elektron dari tanah ke tubuh.
Berjalan tanpa alas kaki juga memberikan rangsangan berbeda pada telapak kaki dibandingkan ketika menggunakan sepatu. Permukaan tanah yang tidak rata dapat membuat seseorang menggunakan otot dan sistem keseimbangan secara berbeda.
Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti grounding mampu membentuk perlindungan khusus terhadap virus. Tidak ada alasan untuk menganggap kontak kaki dengan tanah sebagai pengganti vaksinasi, pengobatan, atau tindakan pencegahan penyakit yang telah terbukti.
Ada pula risiko yang perlu diperhatikan ketika berjalan tanpa alas kaki di luar ruangan. Permukaan tanah dapat mengandung benda tajam, kotoran, bakteri, jamur, maupun mikroorganisme lain yang berpotensi menyebabkan luka atau infeksi.
Karena itu, lokasi untuk melakukan grounding sebaiknya dipastikan aman sebelum seseorang melepas alas kaki. Permukaan yang bersih dan bebas dari pecahan kaca, benda tajam, atau kotoran berbahaya lebih layak dipilih.
Kebersihan kaki juga perlu diperhatikan setelah melakukan aktivitas tersebut. Mencuci kaki dengan sabun dan air bersih dapat membantu mengurangi kotoran dan mikroorganisme yang menempel selama berjalan di luar ruangan.
Orang dengan kondisi tertentu pada kaki juga perlu lebih berhati-hati. Mereka yang memiliki luka terbuka atau masalah kesehatan yang meningkatkan risiko komplikasi pada kaki sebaiknya tidak sembarangan berjalan tanpa alas kaki.
Grounding dapat dilakukan secara sederhana dengan berjalan beberapa menit di permukaan yang aman. Durasi aktivitas dapat disesuaikan secara bertahap tanpa perlu memaksakan tubuh.
Yang terpenting, manfaat relaksasi atau aktivitas fisik dari berjalan di luar ruangan tidak perlu disamakan dengan klaim bahwa grounding mampu mencegah virus. Keduanya merupakan hal yang berbeda dan perlu dipahami secara proporsional.
Jika seseorang merasa lebih rileks setelah berjalan tanpa alas kaki, pengalaman tersebut tetap dapat menjadi bagian dari aktivitas sehat selama dilakukan dengan aman. Namun, pengalaman subjektif tersebut belum cukup untuk membuktikan bahwa grounding memiliki kemampuan mencegah infeksi.
Pada akhirnya, klaim bahwa nyeker di tanah dapat mencegah virus masih belum memiliki dukungan ilmiah yang memadai. Grounding boleh dilakukan sebagai aktivitas luar ruangan, tetapi tidak seharusnya dianggap sebagai metode perlindungan utama terhadap penyakit infeksi.
Editor : ALengkong