Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kenyang Pengalaman Intelijen, Tuama Tondano Kini Amankan 'Kampung' Jokowi

Clavel Lukas • Kamis, 11 Juni 2020 | 10:02 WIB
Kolonel Inf Rano Tilaar
Kolonel Inf Rano Tilaar
Putra dan putri Sulawesi Utara banyak yang sukses di pentas nasional hingga internasional. Menduduki sejumlah jabatan strategis baik eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI/Polri, pengusaha hingga influencer. Mereka kini menjadi inspirasi dan kebanggaan warga Nyiur Melambai. Manado Post sebagai media multi platform nomor satu di Sulut, memberi ruang bagi figur-figur tersebut, agar makin dikenal masyarakat melalui rubrik terbaru bertajuk MPeople, persembahan Torang Pe Koran, Akurat, Tuntas, Terpercaya. BERBEKAL surat keputusan Kepala Staf TNI AD, putra Minahasa ini sekarang dipercayakan untuk mengamankan wilayah Solo Raya, kampung halaman Presiden RI Joko Widodo. Dialah Kolonel Inf Rano Tilaar. Tuama Tondano yang kini menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama. Mengawali karir kemiliteran sejak tahun 1989, peraih Nyong Manado dan Nyong Sulut tahun 1988 ini masuk pendidikan militer di Akabri dengan rekomendasi khusus pemerintah provinsi kala itu. Di bawah Gubernur CJ Rantung. “Jadi saat itu, saat SMA, tahun 1987, saya menjadi utusan Provinsi Sulut sebagai Paskibraka di Istana Negara. Saat ikut persiapan yang dilakukan secara semi militer, saya bertemu dengan putra kawanua juga, yang saat itu sedang bersinar di kemiliteran. Dialah Kolonel Arie Kumaat, saat itu beliau Asops Staf Kogartap Jaya,” dia menceritakan. Begitu lulus SMA, lanjutnya, dirinya kemudian berkeinginan berkarir di dunia militer. Ditambah dukungan Kolonel Kumaat saat itu, dia pun  mendapat rekomendasi langsung dari Gubernur CJ Rantung untuk ikut pendidikan. Setelah lulus Akabri, istri dari Tanya Tengker SE MBA ini kemudian ikut pendidikan kecabangan korps infanteri di Bandung. Sebelum lulus, dia bercerita, dirinya diwajibkan ikut pendidikan terjun payung. “Nah, saat ikut pendidikan terjun payung, saya bertemu dengan Komandan Pusdikpasus Batujajar saat itu. Sekira tahun 1994. Kebetulan, Komandan Pusdikpasus saat itu ibunya orang Manado. Dialah Pak Menteri Pertahanan saat ini, Pak Prabowo Subianto,” katanya. Dia pun megakui, banyak mendapat bimbingan dan pelajaran dari Kolonel Prabowo Subianto kala itu. Dirinyapun mendapatkan perhatian khusus dari Prabowo. “Singkat cerita, waktu itu Pak Prabowo memberikan semangat untuk ikut masuk Baret Merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus),” ceritranya. Akhirnya, ayah dari Dennis, Nadina dan Darren ini memutuskan melanjutkan pendidikan Komando di Sekolah Kopassus. Saat itu Komandan Sekolah Komando adalah juga seorang putra kawanua, Lodewijk Paulus. “Saya bersama 24 rekan lainnya masuk sekolah komando tahun 1994 dan 1995 lulus. Begitu lulus, langsung melaksanakan penugasan di Timor Timur kala itu. Kemudian, setelah penugasan itu saya ditarik lagi dan ditempatkan di Grup 2 Kopassus Kartasura Solo,” sebutnya. Selama kurang lebih lima tahun, dari 1995 sampai 2000 dirinya menjalani tugas dan tanggung jawab di Grup 2 Kopassus sebelum direkomendasikan untuk menimba pendidikan Sandhi Yudha (Intelijen) Kopassus. “Setelah menamatkan pendidikan Sandhi Yudha di Batujajar, sepulang dari situ saya ditempatkan di Grup 3 Sandhi Yudha Kopassus selama sekira sembilan tahun hingga 2009,” ungkapnya. Dalam tugasnya di Grup 3 Sandhi Yudha, Kolonel Tilaar kerap kali ditugaskan dalam fungsi intelijen di berbagai daerah di Indonesia. Seperti, penugasan intelijen di perbatasan Kalimantan-Malaysia, di Aceh saat kundisi darurat militer dan di Papua. “Sewaktu tahun tahun 2009-2010 saya membawa satu satgas intel bertugas di Papua. Dan saat penugasan saya mendapat rekomendasi Danjen saat itu yang dikemudian hari menjadi Kasad, Pak Pramono Edhie. Rekomendasi jadi Dandim di Jayapura. Saya pun menjabat Dandim 1701/Jayapura thun 2010 hingga 2011,” katanya. Kemudian, tahun 2011, dirinya ditarik menjadi Kepala Staf Korem 172/Abepura. Selama kurun waktu tiga tahun, hingga 2014, sebelum mengikuti pendidikan intel strategis di Satuan Induk Badan Intelijen Strategis (Satinduk BAIS TNI) di Celendek Bogor selama enam bulan. “Saat sekolah intelijen saat itu, saya juga bertemu orang kawanua, namanya Pak Laksamana Muda Soleman Pontoh. Beliau lah yang mengarahkan saya untuk berkarir di bidang intelijen,” dia bercerita. Usai lulus pendidikan, Kolonel Tilaar menjalani sejumlah penugasan di Satinduk BAIS TNI selama kurun waktu tahun 2014 hingga 2020. Memiliki cakupan dalam dan luar negeri, lulusan Univesitas Kat Parahyangan ini kerap kali ditugaskan dalam fungsi intelijen di beberapa negara. “Saya pernah ditugaskan di Inggris, Australia sampai ke Papua Nugini. Semuanya dalam tugas dan fungsi intelijen. Kemudian, ada juga penugasan dalam negeri seperti penugasan di perbatasan Filipina-Indonesia di Marawi kemudian yang cukup besar juga yaitu aksi 212 di Jakarta,” katanya. Memiliki latar belakang di dunia intelijen dengan rentetan penugasan penting, Kolonel Tilaar pun dipercayakan menjadi Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama yang membawahi Solo Raya. Bukan tanpa sebab, penunjukan dirinya sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab dalam mengamankan wilayah kampung halaman Presiden Jokowi ini adalah karena pengetahuan intelijennya. Apalagi di Solo menjadi daerah yang ditinggali oleh keluarga presiden. Selain itu, di Solo juga memiliki potensi kemunculan kelompok radikal. Karena di wilayah Solo terdapat pesantren milik dari salah satu terpidana teroris Abu Bakar Ba’asyir. Karenanya, tugas dan tanggung jawab Danrem 074/Warastratama Solo ini trennya adalah perwira dengan latar belakang intelijen. Melalui penunjukannya sebagai Danrem 074/Warastratama Solo ini, Kolonel Tilaar pun memastikan akan melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik sebagaimana seorang perwira TNI. “Kami dilatih untuk menjalankan perintah dengan tulus dan jujur. Saya pun merasa bangga dipercayakan menjadi salah satu orang yang menjaga keamanan wilayah kampung halaman Presiden RI, dan saya akan melakukannya dengan baik,” kunci Kolonel Tilaar.(fgn/gnr) Editor : Clavel Lukas
#TNI #Perwira TNI #Tuama Tondano