Kakanwil KemenkumHAM Sulut Haris Sukamto, Kepala BNNP Brigjen Pol Victor Lasut, Kadivpas Kanwil KemenkumHAM Sulut Kusnali serta Karutan Manado Yusep Antonius menunjukkan temuan hasil sidak, Rabu (20/4), malam. MANADOPOST.ID—Penggeledahan dilakukan di Rumah Tahanan (Rutan) Manado, Rabu (20/4) malam. Razia dilakukan tim gabungan Kanwil KemenkumHAM Sulut, BNNP Sulut, Polres Manado dan Kodim Manado. Satu per satu ruang tahanan diperiksa. Bahkan petugas melakukan tes urine kepada 15 warga binaan secara acak. Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor Lasut membeber, hasil dari penggeledahan tak ditemukan benda-benda yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba. “Kami juga tidak mendapati adanya ponsel genggam maupun narkoba di kamar-kamar para tahanan. Hasil tes urine juga semuanya negatif,” bebernya, Sementara itu, Kakanwil Haris Sukamto didampingi Kadiv Pemasyarakatan Kanwil KemenkumHAM Kusnali mengungkapkan, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sebagai rangakaian Hari Pemasyarakatan. “Hasilnya kami menemukan benda-benda yang tidak diizinkan dibawa masuk ke Rutan. Juga karena bisa membahayakan orang lain,” ungkap mantan Kakanwil KemenkumHAM NTB tersebut. Sukamto merinci, barang-barang yang diamankan antara lain, alat pemotong seperti silet, cutter, korek api, charger hp, sendok dan garpu makan, kartu remi serta beberapa lembar uang tunai. Juga ditemukan perhiasan emas milik penghuni rutan. “Ini nanti menjadi catatan. Nantinya barang berharga akan dikembalikan ketika tahanan sudah keluar,” ujarnya. Meskipun tidak ditemukan benda-benda terlarang dengan kategori berat, namun Rutan Manado diharapkan bisa terus berbenah. “Ini menjadi koreksi dan catatan kami. Ke depan kami meminta Ka Rutan bisa melakukan lebih banyak perbaikan,” perintahnya. Sementara itu, Kepala Rutan Manado Yusep Antonius mengakui masih ada kelemahan pihaknya dalam mencegah masuknya benda-benda terlarang ke dalam ruang tahanan. Karena diakuinya benda yang ditemukan terbilang sulit dideteksi. Apalagi, mayoritas tahanan rutan hanya menjadi penghuni sementara. “Ke depan ini menjadi evaluasi kami. Tahanan akan diberikan warning, terutama bagi mereka yang masih baru akan diberikan edukasi,” tuturnya. Antonius mengakui telah terjadi over capacity di Rutan Manado. Kapasitas rutan 257, tetapi sudah terisi 440. “Tapi kalau dilihat dari kondisi kamar, kita masih bisa menangani itu. Ada blok kamar yang masih ada space,” tukasnya. (jen) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)