Apel ditandai dengan penyematan pita tanda operasi dan penyerahan bekal kesehatan secara simbolis kepada perwakilan personel TNI, Polri, dan Dishub. Kegiatan serupa digelar serentak oleh seluruh jajaran Polda hingga Polres di Indonesia.
Operasi Zebra tahun ini mengusung tema: “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Lilin Samrat 2025.”
Usai apel, Kapolda Sulut menegaskan inti dari operasi adalah menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas). Ia menyebut operasi ini menonjolkan pendekatan humanis dengan mengutamakan edukasi kepada masyarakat.
“Terjadinya kecelakaan selalu diawali oleh pelanggaran. Ketika pengendara tidak peduli aturan, risiko kecelakaan meningkat. Karena itu, mitigasi sangat penting dan menjadi fokus operasi ini,” ujar Irjen Pol Roycke Harry Langie.
Kapolda menjelaskan tiga kesiapan dasar dalam berlalu lintas: kesiapan diri, kesiapan kendaraan, dan kesiapan administrasi seperti SIM dan STNK. Ia menegaskan, dalam Operasi Zebra, penegakan hukum berupa tilang hanya sekitar 5 persen, sementara imbauan kepada masyarakat mencapai 80 persen.
Operasi Zebra Samrat 2025 berlangsung selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025, melibatkan 475 personel Polri dan para pemangku kepentingan yang tergabung dalam Satgasops Polda dan Satgasops Polres/ta. Operasi bersifat terbuka dengan mengedepankan fungsi lalu lintas secara profesional, bermoral, dan humanis.
Sasarannya mencakup potensi gangguan hingga gangguan nyata yang bisa memicu kemacetan dan kecelakaan. Target penindakan antara lain pengemudi yang menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, pengendara di bawah umur, pelaju melebihi batas kecepatan, serta pengemudi yang mengonsumsi narkoba atau minuman keras.
Apel turut dihadiri pejabat TNI, Pemerintah Provinsi Sulut, Kepala Jasa Raharja Sulut, Kepala BPTD Wilayah Sulut, serta pejabat utama Polda Sulut.
Editor : Grand Regar