MANADOPOST.ID-Personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Sulawesi Utara, dari Subdit Patroli yaitu Aipda Iskandar Jaya, membagikan pengalamannya usai mengikuti latihan operasi rescue dan survival yang digagas Dirpolairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Menurut Iskandar, latihan tersebut bukan hanya meningkatkan kemampuan personel dalam penanganan SAR, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan antaranggota di lingkungan Ditpolairud Polda Sulut.
“Untuk latihan ini, kita bisa menjaga kebersamaan, menjaga kekompakan, juga memberi nilai tambah sebagai anggota SAR. Ilmu kita bertambah, sehingga kalau sewaktu-waktu ada operasi SAR, kita bisa cepat tanggap dan siap sedia,” ujar Iskandar.
Ia menjelaskan, selama mengikuti latihan, para personel dibekali berbagai keterampilan penanganan keadaan darurat, mulai dari proses evakuasi korban kecelakaan kerja, kebakaran, hingga korban tertimpa benda berat.
“Kalau ada orang celaka, kita diajarkan bagaimana menangani dengan benar, termasuk membuat napas buatan. Begitu juga untuk korban tenggelam, bagaimana cara mengevakuasi dengan tepat,” katanya.
Tak hanya di darat, latihan juga mencakup teknik penyelamatan di laut. Personel diberikan pemahaman tentang cara menangani korban tenggelam maupun warga yang mengalami kondisi darurat di perairan.
Bagi Iskandar, latihan ini menjadi pengalaman baru selama dirinya berdinas di Ditpolairud Polda Sulut. Bahkan, ia mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan SAR terpadu seperti itu.
“Selama ini baru kali ini diadakan di Direktorat. Saya sendiri sudah berdinas kurang lebih 28 tahun,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Ditpolairud Polda Sulut atas pelaksanaan latihan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu mampu membangun solidaritas tanpa membedakan pangkat di antara personel.
“Kita tidur sama-sama di tenda, makan bersama. Apa yang dimakan perwira, sama juga dengan bintara dan tamtama. Tidak ada perbedaan. Kekompakan terjalin dengan baik,” tuturnya.(gnr)
Editor : Grand Regar