MANADOPOST.ID-Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Amir Liputo, menyatakan dukungan terhadap langkah tegas yang dilakukan jajaran kepolisian, termasuk Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Sulawesi Utara, dalam menindak pelaku kriminalitas jalanan yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, tindakan yang diambil aparat kepolisian merupakan respons terhadap situasi keamanan yang membutuhkan penanganan cepat dan terukur.
Sebagai anggota Komisi III DPRD Sulut, Amir menilai upaya persuasif yang selama ini dilakukan, termasuk melalui pembinaan dan imbauan dari berbagai tokoh masyarakat maupun tokoh agama, belum mampu menekan angka kekerasan yang melibatkan senjata tajam.
"Langkah tegas yang dilakukan kepolisian sudah sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Kita memberikan dukungan penuh agar masyarakat bisa kembali merasakan keamanan," ujarnya.
Ia mengatakan, berbagai kasus penganiayaan, perkelahian, hingga tindak kriminal yang menggunakan senjata tajam masih kerap terjadi dan bahkan memakan korban jiwa. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak bisa dibiarkan terus berlarut.
Selain berdampak pada keamanan, Amir menilai tingginya angka kriminalitas juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, khususnya pada malam hari. Rasa khawatir masyarakat untuk beraktivitas maupun pelaku usaha membuka usaha hingga malam dinilai dapat menghambat perputaran ekonomi daerah.
"Ketika masyarakat tidak merasa aman, aktivitas ekonomi ikut terganggu. Pelaku usaha menjadi waswas, masyarakat pun enggan beraktivitas pada malam hari," katanya.
Meski demikian, Amir menegaskan bahwa menciptakan situasi kamtibmas bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko maupun penyalahgunaan minuman keras.
"Peran keluarga sangat penting. Orang tua harus mengetahui aktivitas anak-anaknya, memberikan pengawasan dan pembinaan agar mereka tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum," ujarnya.
Ia berharap sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Sulawesi Utara.
Amir juga mengapresiasi peran kepolisian sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan aparat perlu didukung selama dilaksanakan sesuai ketentuan hukum dan mengedepankan profesionalisme.
Sementara itu, kepercayaan publik terhadap institusi Polri juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei nasional Litbang Kompas pada pertengahan 2026, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 82,4 persen, sekaligus menempatkan Polri sebagai lembaga penegak hukum dengan tingkat kepercayaan tertinggi dibanding institusi penegak hukum lainnya.
Dukungan dari berbagai elemen masyarakat tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Sulawesi Utara, sekaligus menekan angka kriminalitas yang selama ini menjadi perhatian publik.
Editor : Grand Regar