MANADOPOST.ID – Keluarga korban dugaan penganiayaan di kawasan Malalayang Beach Walk (MBW), Kota Manado, mulai mempertanyakan perkembangan penanganan kasus yang dilaporkan ke pihak kepolisian. Hingga memasuki hari kelima sejak kejadian, pelaku diduga belum berhasil diidentifikasi maupun diamankan.
Ibu korban, Yunike Rondonuwu, mengaku khawatir karena kondisi putranya, Eyvert Tumuahi (19), masih membutuhkan penanganan medis akibat luka yang dideritanya.
"Ini sudah memasuki hari kelima, tapi belum ada tanda-tanda para terduga pelaku diamankan," ujar Yunike, Senin (6/7/26).
Menurutnya, korban mengalami luka serius pada bagian mata kiri yang menyebabkan gangguan penglihatan. Selain itu, batang hidung korban diduga mengalami retak akibat pukulan yang diterimanya.
"Mata korban mengalami masalah serius, pandangannya mulai terganggu. Belum lagi hidungnya agak bengkok dan memar karena pukulan," katanya.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado pada Rabu (1/7/2026). Laporan itu tercatat dengan Nomor: LP/B/1362/VII/2026/SPKT/POLRESTA MANADO/POLDA SULAWESI UTARA, dan diterima sekitar pukul 02.42 WITA.
Berdasarkan laporan korban, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.00 WITA di kawasan Malalayang Beach Walk, Kelurahan Malalayang Satu Barat, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Eyvert menuturkan, saat itu dirinya bersama seorang temannya sedang mengambil foto di lokasi. Tidak lama kemudian, sekelompok pemuda yang datang menggunakan sepeda motor menghampiri mereka.
"Saat itu kami hanya sedang mengambil gambar. Tiba-tiba ada beberapa orang datang menggunakan sepeda motor dan bertanya dengan nada menantang," ungkap Eyvert.
Kelompok tersebut sempat meninggalkan lokasi, namun beberapa saat kemudian kembali mendatangi korban.
"Salah satu dari mereka datang lagi dan bertanya 'kiapa'. Awalnya sempat dilerai oleh temannya, tetapi tiba-tiba ada yang langsung memukul saya tanpa alasan yang jelas," katanya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami pembengkakan pada mata kiri. Ia mengaku tidak melakukan perlawanan karena tidak mengenal maupun memiliki persoalan dengan para pelaku.
"Saya kaget karena tidak ada masalah sebelumnya dengan mereka. Tiba-tiba saya dipukul sampai mata saya bengkak," ujarnya.
Selain mengalami dugaan penganiayaan, korban juga mengaku kehilangan sejumlah barang miliknya. Ia menyebut topi, sebungkus rokok, serta uang tunai sebesar Rp5.000 yang berada di saku sepeda motornya diduga diambil oleh pelaku sebelum meninggalkan lokasi.
Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi mengenai perkembangan penyelidikan, Kepala Unit V Harda Satreskrim Polresta Manado tidak berada di ruang kerjanya.
Pihak keluarga berharap kepolisian dapat segera mengungkap identitas para terduga pelaku dan menuntaskan proses penyelidikan agar memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban.
Editor : Alfian Tumuahi