MANADOPOST.ID-Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Selasa (21/7) memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah pada Rabu (22/7).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut mengakibatkan belasan rumah mengalami kerusakan, termasuk rumah dinas tenaga kesehatan.
Berdasarkan laporan Plh Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor SH MH, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kepulauan Marore dan Kecamatan Tamako.
Di Kampung Marore, Kecamatan Kepulauan Marore, banjir dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 30 sentimeter menggenangi jalan serta halaman rumah warga. Air tidak sampai masuk ke dalam rumah penduduk.
Sementara itu, dampak terparah terjadi di Kecamatan Tamako. Banjir mulai terjadi sekitar pukul 08.00 Wita akibat tingginya curah hujan.
Di Kampung Lelipang, dua rumah warga mengalami kerusakan berat dengan estimasi kerugian masing-masing sekitar Rp40 juta. Satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan pada bagian dapur dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Di Kampung Binala, satu rumah warga dilaporkan rusak berat akibat banjir dengan estimasi kerugian sekitar Rp30 juta.
Sedangkan di Kampung Pokol, banjir setinggi sekitar 50 sentimeter menggenangi sedikitnya 60 rumah warga. Air dilaporkan mulai surut sekitar pukul 12.30 Wita.
Selain banjir, tanah longsor juga menerjang Kampung Binala. Akibatnya, tujuh rumah warga mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp150 juta.
Longsor juga merusak dua unit rumah dinas Puskesmas Siloam Tamako dengan total estimasi kerugian sekitar Rp200 juta.
Secara keseluruhan, peristiwa banjir dan tanah longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Plh Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Edwin Johanis Humokor mengatakan jajaran kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam penanganan pascabencana.
"Perkembangan situasi akan terus dipantau dan dilaporkan sesuai kondisi di lapangan," ujarnya.(gnr)
Editor : Grand Regar