Tawuran Pelajar di Manado yang Sempat Viral, Polisi Amankan Siswa 15 Tahun

Livrando Kambey • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB
TEGAS: Siswa yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar diamankan Polsek Wanea
TEGAS: Siswa yang diduga terlibat dalam aksi tawuran antar pelajar diamankan Polsek Wanea

 

MANADOPOST.ID-Aksi tawuran antar pelajar dari dua sekolah menengah kejuruan di Kota Manado sempat mencoreng dunia pendidikan. 

Perkelahian antarsiswa yang terjadi di Jalan Pumorouw, Kecamatan Wanea, Jumat 7 Agustus lalu juga sempat viral di media sosial.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Polsek Wanea bergerak cepat dengan mengamankan seorang pelajar berinisial ES (15) yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan diduga bermula sehari sebelumnya ketika ES disebut sempat dikejar sejumlah pelajar dari sekolah lain di sekitar Terminal Karombasan. Perselisihan itu kemudian diduga berlanjut hingga terjadi aksi penyerangan di Jalan Pumorouw.

ES diduga mengajak sejumlah rekannya untuk melakukan penyerangan terhadap pelajar dari sekolah lain. Situasi tersebut akhirnya ditangani aparat kepolisian untuk mencegah bentrokan meluas.

Pawas Polsek Wanea IPTU S Sianturi bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pakowa AIPDA A Tondok kemudian mengambil langkah tegas namun persuasif melalui proses problem solving. Polisi melibatkan pihak sekolah dan keluarga untuk membongkar akar persoalan sekaligus mencegah aksi balasan.

Koordinasi juga dilakukan dengan pihak kesiswaan sekolah terkait yang diwakili JA. Langkah tersebut diarahkan untuk memastikan para pelajar mendapat pembinaan dan persoalan tidak berkembang menjadi tawuran susulan.

“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik, bukan melalui kekerasan. Peran orang tua dan pihak sekolah juga sangat penting dalam melakukan pengawasan serta memberikan pembinaan,” ujar IPTU S Sianturi.

Polisi juga memberikan edukasi keras mengenai konsekuensi hukum dari membawa maupun menggunakan senjata tajam serta keterlibatan dalam aksi kekerasan.

Setelah menjalani pembinaan dan proses koordinasi dengan sekolah serta keluarga, ES diserahkan kembali kepada orang tuanya untuk mendapat pengawasan dan pembinaan lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi sekolah dan orang tua. Tawuran pelajar bukan sekadar kenakalan remaja, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan hukum dan mengancam keamanan masyarakat.

Polsek Wanea menegaskan akan meningkatkan patroli, langkah preventif dan pembinaan di kalangan pelajar untuk mencegah tawuran maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak kembali terulang. Masa depan para pelajar masih panjang, sehingga harus dijaga dan diarahkan agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pungkasnya. (lak)

Editor : Livrando Kambey
polsek MANADO tawuran