URC Ditreskrimum Polda Sulut Mitigasi Dugaan Perselisihan antar Sekolah, Empat Terduga Diamankan

Grand Regar • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 18:25 WIB
Tim URC Ditreskrimum Polda Sulut yang dipimpin Kanit I IPDA Hendrikson Rivo Wowiling, S.Sos.,M.M dan Kanit II IPDA Andros Hinur, S.H., melakukan langkah mitigasi, menyusul beredarnya sejumlah percakapan bernada ancaman yang diduga berkaitan dengan perselisihan antar pelajar di Kota Manado, Rabu (30/9/2026).
Tim URC Ditreskrimum Polda Sulut yang dipimpin Kanit I IPDA Hendrikson Rivo Wowiling, S.Sos.,M.M dan Kanit II IPDA Andros Hinur, S.H., melakukan langkah mitigasi, menyusul beredarnya sejumlah percakapan bernada ancaman yang diduga berkaitan dengan perselisihan antar pelajar di Kota Manado, Rabu (30/9/2026).

MANADOPOST.ID—Tim URC Ditreskrimum Polda Sulut yang dipimpin Kanit I IPDA Hendrikson Rivo Wowiling, S.Sos.,M.M dan Kanit II IPDA Andros Hinur, S.H., melakukan langkah mitigasi.

Hal ini menyusul beredarnya sejumlah percakapan bernada ancaman yang diduga berkaitan dengan perselisihan antar pelajar di Kota Manado, Rabu (30/9/2026).

Tim URC mendatangi tiga sekolah yang diduga terlibat perselisihan, yakni SMA Negeri 7 Manado, SMA Negeri 2 Manado dan SMK Negeri 2 Manado.

Kegiatan tersebut dilakukan setelah adanya pengaduan masyarakat serta informasi mengenai percakapan bernada mengancam yang beredar dan menjadi perhatian publik.

Dalam pelaksanaan mitigasi, Tim URC bersama URC Polresta Manado kemudian memperoleh informasi terkait sejumlah pelajar yang diduga akan melakukan tawuran di sekitar SMK Negeri 2 Manado.

Petugas selanjutnya mengamankan empat orang terduga, masing-masing DK, CP, VB dan TP. Keempat terduga kemudian dibawa dan diserahkan ke Polresta Manado untuk dilakukan penanganan.

“Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah terjadinya tawuran dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban di lingkungan sekolah,” kata Wowiling.

Kepolisian mengimbau para pelajar untuk tidak terprovokasi oleh ajakan tawuran maupun percakapan bernada ancaman yang beredar di media sosial.

“Perselisihan sebaiknya diselesaikan melalui pihak sekolah, orang tua, dan aparat terkait,” imbaunya.(gnr)

Editor : Grand Regar
urc polda sulut Pelajar konflik Polda Sulut