Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tragedi Gaza Diduga Jadi Tameng Netanyahu untuk Tetap Berkuasa, Pengamat: Jika Kehilangan Jabatan, Dia Berakhir di Penjara

Tanya Rompas • Rabu, 19 Mei 2021 | 03:22 WIB
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto AFP)
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto AFP)

MANADOPOST.ID— Setidaknya 217 warga Palestina, termasuk 63 anak-anak, tewas di Gaza sejak serangan dimulai. Sekitar 1.500 warga Palestina terluka. Dua belas orang di Israel tewas, termasuk dua anak, sementara setidaknya 300 lainnya luka-luka.

Kecaman untuk Israel terus mengalir. Terutama untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pengamat politik Al Jazeera Marwan Bishara mengatakan, PM Israel Benjamin Netanyahu menggunakan tragedi ini untuk tetap berkuasa.

“Kita semua tahu, jika kehilangan jabatan perdana menteri, dia kemungkinan besar akan berakhir di penjara karena diadili atas tuduhan serius yakni korupsi,” kata Bishara, seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (19/5).

"Dia menggunakan tragedi Gaza, melanjutkan perang dan menggalang dukungan di antara sayap kanan di Israel serta Amerika Serikat dan lainnya untuk tetap berkuasa,” tegasnya lagi.

Lanjutnya, Netanyahu sangat arogan ketika mengatakan Israel akan terus berperang, menembak dan membombardir Gaza sampai Hamas mendapat pelajaran.

"Cukup arogan karena itu berarti Israel melakukan teror dan mengakuinya. Menggunakan orang Palestina untuk menunjukkan atau mengajarkan pelajaran untuk tujuan politik, itu hal yang cukup berbahaya,” tandasnya.(tan)

Editor : Tanya Rompas
#palestina #benjamin netanyahu #Israel vs Palestina #jalur gaza #Gaza #perdana menteri israel #Israel