Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rebut Tiket Dagang, Tiongkok dan Taipei Bersaing Daftar di CPTPP

Kenjiro Tanos • Jumat, 24 September 2021 | 15:36 WIB
Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Istimewa)
Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (Istimewa)
MANADOPOST.ID – Tiongkok dan Taiwan berebut tiket dagang. Dua negara yang berseteru itu sama-sama mendaftar untuk jadi anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP). Beijing mendaftar lebih dulu disusul dengan Taipei. Tapi, belum ada satupun dari mereka yang diterima. Begitu tahu Taiwan mendaftarkan diri ke CPTPP, Tiongkok berang. Negara yang dipimpin oleh Xi Jinping itu menentang. Taiwan sejatinya sudah melobi selama bertahun-tahun untuk bisa bergabung di kesepakatan perdagangan trans-Pasifik tersebut. Namun baru kemarin (23/9) mereka mengumumkan telah mendaftar secara resmi. ’’Taiwan tidak bisa ditinggal dan harus berintegrasi ke dalam ekonomi regional,’’ terang juru bicara pemerintah Taiwan Lo Ping-cheng seperti dikutip Agence France-Presse. Taiwan tahu bahwa dia akan dijegal oleh Tiongkok, namun mereka menegaskan bahwa Taipei lebih baik dibanding Beijing. Itu karena mereka adalah negara yang demokratis. Tiongkok di lain pihak selama ini mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya. Mereka berjanji akan merebut Taiwan suatu hari nanti. Beijing merasa bahwa Taipei seharusnya tidak diizinkan bergabung ke CPTPP. Mereka menentang negara manapun yang menjalin kerjasama resmi dengan Taiwan. ’’Kami juga menentang pendaftaran Taiwan ke kesepakatan ataupun organisasi resmi,’’ tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian. Tiongkok mengajukan pendaftaran resmi ke CPTPP pekan lalu. CPTPP ditandatangani pada 2018 lalu oleh 11 negara yaitu Australia, Brunei, Kanada, Chile, Jepang, Malaysia, Mexico, Peru, Selandia Baru, Singapura dan Vietnam. Awalnya pakta tersebut diusulkan Amerika Serikat untuk mengucilkan Tiongkok. Beijing memiliki kesepakatan perdagangan regionalnya sendiri. Namun usaha AS buyar ketika Donald Trump menjabat sebagai presiden 2017 lalu. Presiden AS ke-45 itu meremehkan perjanjian multilateral dan menarik diri dari rencana pembentukan CPTPP. Itu adalah pakta perdagangan terbesar di wilayah Asia-Pasifik yang menguasai sekitar 13,5 persen perkonomian global. Mereka yang ingin bergabung harus mendapatkan dukungan penuh dari semua anggota. Karena itu baik Tiongkok maupun Taiwan bakal sulit untuk masuk CPTPP. Terlebih saat ini Tiongkok tengah berselisih dengan sejumlah negara Barat dan Australia. Sydney tengah berselisih terkait perdagangan dengan Beijing. Australia mengatakan bahwa Tiongkok harus lebih baik dalam memberlakukan perdagangan bebas lebih baik jika ingin bergabung dengan CPTPP. Mereka juga harus mengakhiri pembekuan pembicaraan dagang dua negara lebih dulu. Di lain pihak negara-negara kecil di CPTPP tidak mau mengambil resiko menimbulkan kemarahan Tiongkok dengan menerima Taiwan. Jepang di lain pihak justru mendukung pendaftaran Taiwan. ’’Jepang menyambut pendaftaran Taiwan ke CPTPP,’’ terang Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi. (Jawa Pos) Editor : Kenjiro Tanos
#China #Taipei #Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik