Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Penularan Covid-19 Meroket, PM Korsel: Jangan Panik!

Kenjiro Tanos • Kamis, 24 Februari 2022 | 14:02 WIB
Kim Boo-kyum (Istimewa)
Kim Boo-kyum (Istimewa)
MANADOPOST.ID – Perdana Menteri (PM) Korea Selatan (Korsel) Kim Boo-kyum menyatakan jangan panik karena kasus Covid-19 di negara tersebut meroket. Pada Selasa (22/2), penularan harian mencapai 171.452 kasus. Itulah rekor tertinggi di Korsel sejak pandemi terjadi. Kenaikannya hampir dua kali lipat. Sehari sebelumnya, penularan harian hanya 99.573 kasus. ’’Meski kewaspadaan dan penerapan aturan anti-Covid-19 kita tidak boleh dilonggarkan, tidak ada alasan sama sekali untuk takut ataupun panik terkait dengan jumlah kasus penularan baru,’’ ujar Kim sebagaimana yang dikutip Agence France-Presse. Dia menegaskan, yang mengalami gejala parah serta jumlah pasien meninggal masih bisa ditangani dengan baik. Badan Pencegahan dan Kontrol Penyakit Korea (KDCA) mengakui bahwa angka kematian memang naik, tetapi tidak tinggi. Pada Selasa lalu, ada 99 korban yang meninggal akibat Covid-19. Data menunjukkan, hampir 75 persen orang yang tertular Omicron mengalami gejala ringan. Sakitnya tidak menjadi parah dan berujung meninggal seperti varian Delta. Rata-rata kematian akibat Omicron adalah 0,18–0,38 persen. Itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata kematian saat tertular varian Delta yang mencapai 0,7–1,4 persen. Vaksin terbukti menjadi pelindung agar gejala yang diderita tidak parah. Dari 1.073 pasien Covid-19 yang meninggal dalam lima pekan terakhir, 56 persennya hanya divaksin satu dosis atau bahkan tidak sama sekali. Selain itu, sekitar 94 persen korban adalah lansia yang sudah berusia 60 tahun ke atas. Korsel termasuk getol menggalakkan kampanye vaksinasi. Saat ini 86 persen dari 52 juta penduduknya sudah divaksin lengkap. Sebanyak 60 persen juga telah mendapatkan booster. Seoul menyetujui pemakaian Pfizer-BioNTech untuk vaksinasi anak-anak usia 5–11 tahun. ’’Aturan jaga jarak akan dilonggarkan setelah puncak penularan berlalu,’’ kata Kim. Para pakar memperkirakan kasus mulai melandai pada pertengahan Maret nanti. (Jawa Pos) Editor : Kenjiro Tanos
#Covid-19 #Korea Selatan #Kim Boo-kyum