Berapi-api di PBB, Ukraina: Putin Tiru Hitler Bunuh Diri di Bungker
Grand Regar• Selasa, 1 Maret 2022 | 15:45 WIB
Duta Besar Ukraina untuk PBB Sergiy Kyslytsya. Foto netMANADOPOST.ID-Duta Besar Ukraina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sergiy Kyslytsya, melontarkan pernyataan sangat pedas untuk Presiden Rusia, Vladimir Putin. Itu disampaikan melalui pidato berapi-api di depan Majelis Umum PBB, Senin (28/2/2022) kemarin. Dalam pidatonya, Sergiy Kyslytsya membandingkan invasi Rusia terhadap Ukraina dengan Perang Dunia II. “Kami telah diminta untuk mengadakan sesi khusus darurat karena tingkat ancaman terhadap keamanan global telah disamakan dengan Perang Dunia kedua, atau bahkan lebih tinggi setelah perintah Putin untuk memperingatkan kekuatan nuklir Rusia. Sungguh gila,” kata Kyslytsya, seperti dikutip dari AFP, Selasa (1/4/2022). “Jika (Putin) ingin bunuh diri, dia tidak perlu menggunakan senjata nuklir. Dia harus melakukan apa yang dilakukan orang di Berlin di sebuah bunker pada Mei 1945,” tambahnya, mengacu pada peristiwa bunuh diri Hitler pada 30 April 1945. Kyslytsya juga membuat komentar selama pertemuan yang membandingkan Rusia dengan “the Third Reich”, sebutan yang digunakan untuk menggambarkan rezim Nazi Hitler. Majelis Umum PBB mengadakan sesi darurat pada hari Senin untuk membahas invasi Rusia yang sedang berlangsung ke Ukraina ketika pertempuran mencapai hari kelima. Ini adalah pertemuan ke-11 yang diadakan sejak tahun 1950-an. Menyusul pernyataan Kyslytsya, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya membantah bahwa negaranya berusaha untuk menduduki Ukraina. Sebaliknya, ia mengklaim bahwa tujuannya adalah untuk “de-militerisasi dan de-genosida” negara tersebut. Nebenzya juga menuduh Barat “mendistorsi” konflik. “Kami terus-menerus mendengar kebohongan, pemalsuan tentang penembakan tanpa pandang bulu di kota-kota Ukraina, rumah sakit, sekolah, taman kanak-kanak,” tambah Nebenzya. “Tentara Rusia tidak menimbulkan ancaman bagi warga sipil Ukraina, tidak menembaki daerah dan kota warga sipil di mana angkatan bersenjata Rusia telah mengambil kendali,” ujarnya. Pernyataan dari kedua duta besar datang pada hari yang sama ketika Ukraina dan Rusia menyetujui pembicaraan damai di sepanjang perbatasan Belarusia. (rmol/pojoksatu) Editor : Grand Regar