Perang Rusia-Ukraina, Sekjen Pengungsi PBB: Kami Butuh Gencatan Senjata
Kenjiro Tanos• Minggu, 6 Maret 2022 | 20:36 WIB
Serangan Rusia di Ukraina di hari pertama sudah menewaskan puluhan orang (Istimewa)MANADOPOST.ID - Kepala Badan Pengungsi PBB Filippo Grandi menyambut baik pengumuman tentang pembukaan koridor kemanusiaan. Namun, menurutnya itu tidak cukup. Kepada Al Jazeera, Filippo masih mengkhawatirkan kondisi perang antara Rusia-Ukraina terhadap para warga sipil. “Kami membutuhkan lebih dari itu,” katanya. “Kami membutuhkan gencatan senjata, kami membutuhkan penghentian permusuhan sehingga orang dapat berhenti bergerak dan bahkan mungkin kembali ke rumah mereka," jelasnya. Dalam situasi sekarang ini, para warga mengatakan kepada dirinya masih takut. Grandi melanjutkan, ia merasa sangat sulit untuk mendengarkan cerita para pengungsi. “Berhari-hari perjalanan dalam cuaca dingin dari kota-kota mereka yang dibom untuk mencari keselamatan di sini di Polandia, saya melihat hal yang sama di Moldova, Rumania, semuanya telah berakhir, tetapi Polandia menanggung beban terberat dari longsoran orang yang sangat besar ini,” katanya. Grandi menyesalkan bahwa perang sekarang telah menyebabkan lebih dari 1,5 juta orang melarikan diri dari Ukraina, menambahkan bahwa semua tanda menunjukkan bahwa arus orang akan meningkat dalam beberapa hari mendatang. "Apa yang kami dengar adalah bahwa ratusan ribu orang bergerak," katanya. “Jika bom terus menghujani kota-kota, orang-orang akan pergi,” tambahnya. (tkg) Editor : Kenjiro Tanos